Arus Balik, KSOP Kepulauan Seribu Tambah Frekuensi Kapal

FOTO: HUBLA

Jakarta – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kepulauan Seribu berkoodinasi dengan operator kapal untuk menambah frekuensi keberangkatan kapal karena tingginya arus balik penumpang.

“Agar dapat melayani seluruh penumpang, frekuensi kunjungan kapal ditingkatkan dengan tetap memperhatikan keselamatan,” ujar Kepala Kantor KSOP Kelas IV Kepulauan Seribu Capt Herbert Marpaung.

Puncak arus balik dari Kepulauan Seribu terjadi pada Minggu (9/6). Tercatat jumlah penumpang atau wisatawan yang diberangkatkan dari Kepulauan Seribu mencapai 16.646 orang. Dengan tujuan antara lain Muara Angke, Marina Ancol, Sunda Kelapa dan area Kabupaten Tangerang.

Kegiatan embarkasi dan debarkasi penumpang di pelabuhan berjalan cukup lancar dan kondusif. Hal ini tak terlepas dari koordinasi yang baik dari seluruh stakeholder terkait.

KSOP Kepulauan Seribu telah mengerahkan personil petugas yang diturunkan langsung untuk melayani arus balik yang tersebar di pulau-pulau tujuan penumpang. Selain itu, awak kapal patroli untuk membantu kelancaran dan memastikan kepatuhan terhadap aturan keselamatan pelayaran.

Para petugas KSOP Kepulauan Seribu secara aktif melakukan imbauan keselamatan bagi para penumpang di atas kapal dan konsisten melakukan penegakkan aturan keselamatan pelayaran.

Dalam penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) misalnya, KSOP Kepulauan Seribu tetap memperhatikan kesesuaian jumlah penumpang dengan manifest dan kapasitas kapal serta prakiraan cuaca BMKG.

“Semua kapal-kapal yang diberangkatkan juga terus dipantau sampai ke tempat tujuan dengan selamat serta terus melakukan update kondisi cuaca,” katanya.

Kesigapan dan koordinasi yang telah dibangun oleh KSOP Kepulauan Seribu sempat teruji saat kapal KM Trans Pacifik yang berangkat dari Pulau Tidung tujuan Muara Angke tiba-tiba menghadapi cuaca mendadak buruk dalam pelayarannya pada Minggu sore.

Saat penerbitan SPB, berdasarkan perkiraan cuaca BMKG dan hasil pemantauan di lapangan, cuaca untuk wilayah Perairan Kepulauan Seribu secara umum cukup baik dengan perkiraan gelombang 0,2 sampai 0,6 meter.

Namun, dalam pelayaran dari Pulau Tidung ke Muara Angke, cuaca tiba-tiba mendadak buruk. Kapal Trans Pacifik yang mengangkut penumpang sebanyak 215 orang dideviasikan ke Pulau Pari untuk berlindung agar selamat. Selanjutnya meneruskan perjalanan besok paginya.

Para penumpang sangat mengapresiasi langkah deviasi ini. Salah satunya Rahma (27 tahun), penumpang kapal Trans Pacifik yang mengapresiasi langkah cepat Nakhoda dan KSOP Kepulauan Seribu yang melindungi kapal beserta penumpangnya dari cuaca buruk ke Pulau Pari.

Di Pulau Pari seluruh penumpang dalam keadaan selamat dan selanjutnya KSOP Kepulauan Seribu melakukan koordinasi dan memfasilitasi para penumpang untuk mendapatkan penginapan sementara, termasuk berkoordinasi dengan Pemda dan stakeholder terkait.

Adapun seluruh penumpang kapal Trans Pacifik telah tiba dengan selamat di Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke pada Senin (10/6) pukul 11.00 WIB.

Apresiasi penumpang sekaligus menunjukkan upaya KSOP Kepulauan Seribu dalam melakukan sosialisasi keselamatan pelayaran cukup berhasil.

“Selain saat itu kondisi cuaca masih buruk, faktor kelaiklautan kapal menjadi alasan utama kami menunda pelayaran untuk alasan keselamatan pelayaran sehingga kami memastikan seluruh penumpang dapat terangkut dengan selamat,” kata Herbert.*

Exit mobile version