Darilaut – Badai Kategori 2 Fina yang terletak di Laut Arafura telah bergerak ke selatan dan diperkirakan jalur lintasannya mengarah ke Darwin, Australia.
Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) mengatakan siklon Fina terletak 391 km di timur laut Darwin. Sistem ini bergerak dengan kecepatan 7 km per jam (4 knot) selama 6 jam terakhir.
Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 5,8 meter (19 kaki), kata JTWC.
Biro Meteorologi Australia mengatakan siklon tropis Fina perlahan bergerak ke selatan menuju pesisir utara Top End.
Dalam buletin informasi Biro Meteorologi yang dikeluarkan Kamis (20/11) Pukul 09.30 waktu setempat, zona peringatan berada di Tanjung Don hingga Maningrida, termasuk Semenanjung Cobourg, Minjilang, dan Warruwi.
Fina mengemas angin berkelanjutan di dekat pusat dengan kecepatan 95 kilometer per jam dengan hembusan angin hingga 130 kilometer per jam, kata Biro Meteorologi.
Siklon ini, menurut Biro Meteorologi, diperkirakan akan terus bergerak ke selatan hari ini, sebelum berbelok ke barat daya pada hari Jumat (21/11). Siklon Fina diperkirakan akan mendekati Semenanjung Cobourg dan Kepulauan Tiwi pada Jumat malam, dan terus bergerak ke barat daya melalui Teluk Van Dieman pada hari Sabtu (22/11).
Siklon Fina diperkirakan akan mempertahankan intensitas kategori 2 dalam beberapa hari mendatang, namun masih ada sedikit kemungkinan mencapai intensitas kategori 3 pada Jumat malam atau Sabtu dini hari saat bergerak menuju Teluk Van Dieman, kata Biro Meteorologi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan siklon tropis Fina di Laut Arafura dapat membawa dampak cuaca ekstrem di wilayah timur Indonesia.
Siklon Tropis Fina diprakirakan berada di Laut Arafura selatan Pulau Tanimbar, intensitas meningkat dengan kecepatan maksimum 60 knot namun masih berada dalam kategori 2.
Tekanan minimum sebesar 980 hPa (hektopaskal), kata BMKG. Siklon Tropis ini menginduksi peningkatan kecepatan angin >25 knot (low level jet) di Laut Arafuru dan Laut Timor.
Siklon Tropis ini membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) dan pertemuan angin (konfluensi) dari Laut Banda, Maluku hingga Pulau Aru, Papua Selatan, dan di Laut Arafuru.
