Darilaut – Setelah melewati Pulau Okinawa, Jepang, Badai Tropis (tropical storm) Co-May saat ini terletak di Laut Cina Timur, Selasa (29/7). Siklon Tropis Co-May bergerak melintasi Laut Cina Timur dan semakin mendekati pesisir Cina timur.
Di timur Okinawa, Co-May tidak langsung melewati daratan pulau tersebut. Topan yang sebelumnya telah menjadi depresi tropis tersebut, kembali menguat dan berputar. Kemudian ke utara timur laut dan mendarat di Pulau Okinawa.
Observatorium Hong Kong (HKO) mengatakan pada pukul 05.00 pagi waktu setempat, Badai Tropis Co-May berpusat sekitar 270 kilometer barat laut Okinawa. Badai ini diperkirakan akan bergerak ke barat laut dengan kecepatan sekitar 15 kilometer per jam melintasi Laut Cina Timur.
Menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA), Badai Tropis Co-May mengarah ke barat dengan kecepatan 20 km per jam (12 knot).
Tekanan udara pada pusatnya 990 hPa (hektopaskal), kata JMA. Kecepatan angin maksimum 18 meter per detik (35 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 25 meter per detik (50 knot).
Area angin kencang dengan kecepatan angin 30 knot atau lebih di timur laut 390 km (210 NM) dan barat daya 220 km (120 NM).
Melansir NHK, Pulau Minami-Daito di Prefektur Okinawa mencatat curah hujan tertinggi sejak 1979, ketika Badan Meteorologi Jepang mulai mencatat statistic tersebut.
Curah hujan selama periode 72 jam hingga Senin pukul 10.30 mencapai 527,5 milimeter. Curah hujan tersebut lebih dari empat kali lipat rata-rata curah hujan di pulau tersebut pada bulan Juli.
Prakiraan curah hujan 24 jam hingga Selasa malam adalah 150 milimeter untuk wilayah Amami dan 80 milimeter untuk Prefektur Okinawa.
Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama – Joint Typhoon Warning Center (JTWC) mengatakan Co-may selama enam jam terakhir, terletak 283 km barat laut Pangkalan Udara Kadena, dan telah bergerak ke arah barat dengan kecepatan 26 km per jam (14 knot).
Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 4,9 meter (16 kaki), kata JTWC.
Co-may diperkirakan akan tetap melintasi suhu permukaan laut yang tetap hangat (28–29°C) dan geseran angin tetap kurang dari 35 km per jam (20 knot) sebelum mencapai daratan di selatan Shanghai.
Dalam 30 hingga 36 jam, Co-may diperkirakan akan mencapai daratan dan memulai fase disipasinya akibat interaksi topografi hingga 4 hari ke depan.
Terkait intensitas, Co-may diperkirakan akan mempertahankan kecepatan 65 km per jam (35 knot), kata JTWC.
Cina Timur Bersiap Menghadapi Co-May
Melansir Xinhua, Topan Co-May, kembali menguat menjadi pada Minggu (27/7) malam setelah melemah menjadi sistem tekanan rendah, mendekati Provinsi Zhejiang di Tiongkok timur.
Topan yang mendekat ini diperkirakan akan membawa hujan lebat ke wilayah pesisir dan utara Zhejiang selama tiga hari ke depan, dengan curah hujan terderas diperkirakan terjadi mulai Senin malam hingga Rabu (30/7).
Para ahli meteorologi memperingatkan bahwa dampak Co-May mungkin tumpang tindih dengan wilayah-wilayah yang sebelumnya terdampak hujan di Zhejiang utara, sehingga menimbulkan risiko tinggi bencana seperti tanah longsor, banjir bandang di daerah aliran sungai kecil, dan genangan air di perkotaan dan pedesaan.
