Darilaut – Badai tropis (Tropical Storm) Dujuan yang berbentuk di dekat Kepulauan Mariana Utara telah menguat menjadi badai tropis parah (Severe Tropical Storm), pada Kamis (17/9).
Dujuan, topan Jepang nomor 25, sedang bergerak ke utara pada Kamis sore, dengan kecepatan 45 km per jam (25 knot).
Tekanan udara pusat pada pusatnya 985 hPa (hektopaskal), kata Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA).
Sistem ini menhemas kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 25 meter per detik (50 knot), dengan kecepatan angin instan maksimum 35 meter per detik (70 knot).
Area angin kencang dengan kecepatan angin 30 knot atau lebih di utara 950 km (500 NM) dan selatan 440 km (240 NM), menurut JMA.
Dujuan berada pada jarak 982 km di sebelah timur-tenggara Iwo To, dan telah bergerak ke arah utara dengan kecepatan 54 km per jam (29 knot) selama 6 jam terakhir, kata Pusat Peringatan Topan Gabungan — Joint Typhoon Warning Center (JTWC).
Tinggi gelombang signifikan maksimum mencapai 6,4 meter (21 kaki).
Menurut JTWC, saat ini, Dujuan bergerak ke arah utara dan akan mulai berbelok ke arah barat laut dalam beberapa jam ke depan.
Dujuan akan bergerak ke arah barat laut selama 2 hari ke depan seiring dengan mundurnya perluasan punggungan pengendali (steering ridge) ke arah selatan.
Dalam waktu sekitar 4 hari, Dujuan diperkirakan akan melintasi garis isoterm 26°C dan memasuki lingkungan yang semakin tidak mendukung, yang ditandai dengan wind shear (perubahan kecepatan/arah angin) yang tinggi (30–40 knot), udara kering, serta interaksi arus jet yang memicu adveksi termal lemah, kata JTWC.
JTWC memperkirakan Dujuan akan menguat secara sangat bertahap. Kondisi lingkungan diperkirakan akan tetap relatif stabil selama 60 jam ke depan, meskipun wind shear yang sedikit meningkat dapat menghambat penguatan yang signifikan atau bahkan menghentikan proses penguatan sama sekali.
Wind shear diperkirakan tidak akan berdampak besar terhadap intensitas, dan Dujuan masih diprediksi akan mencapai kekuatan topan. Faktor utama yang menghambat penguatan signifikan tetaplah struktur inti badai yang asimetris.
