Kamis, September 17, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Asia dan Afrika Paling Terdampak Bencana Air, Sungai mengering dengan Kondisi Tak Wajar

redaksi
17 September 2026
Kategori : Berita
0
Indonesia Persiapkan World Water Forum di Bali

Ilustrasi air. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Laporan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO)  menyebutkan Asia dan Afrika wilayah yang paling terdampak oleh bencana terkait air.

Tercatat pula, tahun 2025 salah satu tahun terkering dalam hal debit sungai selama 35 tahun terakhir. Selama 7 tahun terakhir, aliran sungai menunjukkan kondisi yang tidak wajar, sementara cadangan air di permukaan daratan Bumi telah berkurang dalam 10 tahun terakhir.

Hilangnya massa gletser secara luas di semua wilayah selama 4 tahun berturut-turut

Laporan terbaru WMO mengenai State of Global Water Resources (Kondisi Sumber Daya Air Global) memberikan penilaian tahunan komprehensif berbasis sains mengenai siklus hidrologi dan peristiwa ekstrem pada tahun 2025 serta selama lima tahun terakhir.

Dalam siaran pers WMO, Kamis (17/9) sungai-sungai di seluruh dunia mengalami salah satu tahun terkering dalam lebih dari tiga dekade pada tahun 2025. Laporan WMO menunjukkan berlanjutnya penurunan jangka panjang cadangan air tawar Bumi dan penyusutan gletser—tren yang memiliki implikasi serius bagi masyarakat dan perekonomian di masa depan.

Laporan WMO mengenai Kondisi Sumber Daya Air Global menunjukkan bahwa siklus air menjadi lebih tidak menentu dan sulit diprediksi, berfluktuasi antara kondisi kekurangan air yang ekstrem atau kelebihan air.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Krisis AirProf. Celeste SauloWMO
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Paus Sperma Betina Panjang Hampir 10 Meter Mati Terdampar di Pulau Ternate

Postingan Terkait

Paus Sperma Betina Panjang Hampir 10 Meter Mati Terdampar di Pulau Ternate

Paus Sperma Betina Panjang Hampir 10 Meter Mati Terdampar di Pulau Ternate

17 September 2026
Instruktur Selam Pemanah Penyu di Raja Ampat Ditangkap, SSI Mengecam Perlakuan Buruk Terhadap Biota Laut

Instruktur Selam Pemanah Penyu di Raja Ampat Ditangkap, SSI Mengecam Perlakuan Buruk Terhadap Biota Laut

17 September 2026

Temperatur Magma Anak Krakatau Lebih Dari 900°C

Gunung Anak Krakatau Lahir 1927 Memiliki Kedalaman Dapur Magma Lebih Dari 7 Km

Magma Gunung Anak Krakatau Lebih Basaltik dan Panas

Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

1.613 Mahasiswa Baru UNG Dapat Dukungan Program Kartu Indonesia Pintar 2026

Tim SAR Gabungan Masih Melakukan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

TERBARU

Asia dan Afrika Paling Terdampak Bencana Air, Sungai mengering dengan Kondisi Tak Wajar

Paus Sperma Betina Panjang Hampir 10 Meter Mati Terdampar di Pulau Ternate

Instruktur Selam Pemanah Penyu di Raja Ampat Ditangkap, SSI Mengecam Perlakuan Buruk Terhadap Biota Laut

Temperatur Magma Anak Krakatau Lebih Dari 900°C

Gunung Anak Krakatau Lahir 1927 Memiliki Kedalaman Dapur Magma Lebih Dari 7 Km

Magma Gunung Anak Krakatau Lebih Basaltik dan Panas

AmsiNews

REKOMENDASI

Cara Ilmuwan Griffith University Perkirakan Umur Gambar Cadas 67.800 Tahun di Pulau Muna

Pemerintah Berupaya Maksimal dalam Pencarian dan Evakuasi Korban Pesawat Lion Air

Banjir di Parigi Moutong Menewaskan 3 Warga dan 4 Hilang

11 Perguruan Tinggi Olah Data Perikanan Berkelanjutan

Korban Tewas Topan Yagi di Vietnam Bertambah Menjadi 46 Orang, Hilang 22

Gempa Darat di Cianjur Menewaskan Dua Warga

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.