Kamis, September 24, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Badai Tropis Higos Terbentuk di Dekat Kepulauan Mariana Utara

redaksi
23 Juni 2026
Kategori : Berita
0
Badai Tropis Mekkhala Terbentuk di Laut Filipina

Ilustrasi badai tropis. GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut – Badai tropis (tropical storm) Higos terbentuk di dekat Kepulauan Mariana Utara, Samudara Pasifik bagian barat, pada Selasa (23/6).

Selama enam jan terakhir, sistem ini terletak 33 km di selatan Tinian, dan telah bergerak ke arah barat-barat laut dengan kecepatan 17 km per jam (9 knot).

Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 4,3 meter (14 kaki), kata Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC).

Higos di perkirakan aka tetap dengan kekuatan badai tropis hingga transisi ekstratropis (ETT).

Prakiraan masih menunjukkan intensifikasi yang lambat karena asimetri yang tersisa dalam struktur dan geseran angin tenggara yang terus-menerus selama 24 jam ke depan, kata JTWC.

Namun, dalam 1 hingga 2 hari, kondisi akan menjadi lebih menguntungkan untuk perkembangan.

Geseran angin akan mereda, sementara suhu permukaan laut akan berada di sekitar 30°C. Faktor-faktor ini akan mendorong intensifikasi yang lebih stabil sebelum sirkulasi Mekkhala yang lebih besar dan lebih kuat berinteraksi dengan Higos dan membatasi perkembangan lebih lanjut.

Selain itu, peningkatan geseran angin dan suhu permukaan laut yang lebih dingin akan menyebabkan pelemahan.

Beberapa skenario masih mungkin terjadi: Mekkhala masih dapat menyerap Higos yang menyebabkan hilangnya badai tropis dalam waktu sekitar 3 hari, kata JTWC, meskipun hal ini kurang memungkinkan.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Badai Tropis HigosJMAJTWCKepulauan Mariana Utara
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Topan Mekkhala Mengarah ke Okinawa dan Amami Jepang

Next Post

Kemarau Meluas, Potensi Hujan Indonesia Masih Signifikan

Postingan Terkait

Tropical Storm Surigae to Strengthen in the Philippine Sea

Tropical Storm Surigae to Strengthen in the Philippine Sea

24 September 2026
Badai Tropis Surigae Terbentuk di Laut Filipina

Badai Tropis Surigae Terbentuk di Laut Filipina

24 September 2026

UNG Kandidat PTN BH

Status Gunung Anak Krakatau Menjadi Level II Waspada

Ada Penambahan Daratan Gunung Anak Krakatau Seluas 32.8 Hektare

UNG Bahas Tata Kelola Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum di Unhas

Analisis Kesehatan WHO-WMO Menghadapi El Niño: Panas Ekstrem dan Curah Hujan Meningkatkan Penyebaran Penyakit

Bertindak Menghadapi Risiko Kesehatan Akibat El Niño: Panas Ekstrem, Banjir dan Kekeringan Parah

Next Post
La Nina, Monsun Asia dan Fenomena MJO Berpotensi Meningkatkan Curah Hujan di Indonesia

Kemarau Meluas, Potensi Hujan Indonesia Masih Signifikan

TERBARU

Tropical Storm Surigae to Strengthen in the Philippine Sea

Badai Tropis Surigae Terbentuk di Laut Filipina

UNG Kandidat PTN BH

Status Gunung Anak Krakatau Menjadi Level II Waspada

Ada Penambahan Daratan Gunung Anak Krakatau Seluas 32.8 Hektare

UNG Bahas Tata Kelola Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum di Unhas

AmsiNews

REKOMENDASI

9 Negara Bahas Polusi dan Sampah Plastik

Ingin Wisata Elok di Laut Olele, Ini Pesan Mahasiswa Pertukaran

Tersangkut Jaring Nelayan, Lumba-lumba Mati Terdampar di Bali

Longsor di Sumedang, 21 Korban Meninggal Dunia

Red Tide di Filipina Menyebabkan 31 Orang Keracunan

Widodo S Pranowo: Sirkulasi Arus di Selatan Jawa dan Bali Akhir 2019

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.