Badai Tropis Parah Doksuri Bergerak ke Barat-Barat Laut di Timur Manila

Badai tropis parah (severe tropical storm) Doksuri berada di timur Manila di Laut Filipina, Minggu (23/7). GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut – Badai tropis parah (severe tropical storm) Doksuri di Laut Filipina bergerak ke barat-barat laut, Minggu (23/7) pagi hingga siang ini.

Sistem ini berada di timur Manila (Filipina) atau barat laut Palau dan utara Halmahera (Maluku Utara – Indonesia).

Kombinasi efek memungkinkan Doksuri untuk berbelok dan melacak ke arah barat laut, kata Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama – Joint Typhoon Warning Center (JTWC).

Dalam 24 jam ke depan, Doksuri akan terus meningkat karena faktor lingkungan yang menguntungkan, serta hembusan angin yang rendah dan suhu permukaan laut yang sangat hangat.

Sistem ini membawa gelombang dengan tinggi maksimum adalah 5,2 meter (17 feet).

Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA) menginformasikan pada Minggu pagi pukul 09.00, Doksuri bergerak barat barat-laut dengan kecepatan 10 km per jam (6 knot).

Tekanan udara pusat 990 hPa (hektopaskal), kata JMA.

Sistem ini dengan kekuatan siklon tropis yang berkembang ekstrem. Prediksi JMA pada Senin (24/7) Doksuri akan meningkat menjadi angin topan yang kuat. Pada Selasa (25/7) dan Rabu (26/7) kekuatan Doksuri meningkat menjadi angin topan yang sangat kuat.

Menurut Observatorium Hong Kong pada Minggu pukul 10.00 puasat badai tropis parah Doksuri sekitar 850 kilometer sebelah timur Manila.

Diperkirakan akan bergerak ke barat atau barat-barat laut dengan kecepatan sekitar 10 kilometer per jam melintasi laut di timur Filipina dan terus meningkat, kata Observatorium.

Layanan Administrasi Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina – Philippine Atmospheric, Geophysical, and Astronomical Services Administration (PAGASA) mengatakan Doksuri diperkirakan akan mencapai kategori topan dalam waktu 24 jam dan dapat menjadi topan super.

Intensifikasi cepat Doksuri dengan nama lokal Filipina “Egay” kemungkinan terjadi dalam 72 jam ke depan. Hal ini karena kondisi atmosfer dan lautan yang menguntungkan.

Exit mobile version