Darilaut – Memasuki Dasarian III Juli 2026, sebagian besar wilayah Indonesia masih diprakirakan berada dalam kondisi relatif kering. Sementara El Niño menguat dan perluasan musim kemarau.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan kondisi kering tersebut terutama berpeluang terjadi di sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, serta beberapa wilayah Papua.
Curah hujan kategori rendah diprediksi mencakup sekitar 76.54% wilayah, sementara kategori menengah sebesar 23.36%, dan kategori tinggi hanya sekitar 0.09%, kata Direktorat Meteorologi Publik BMKG.
Kecenderungan rendahnya curah hujan diprediksi masih didukung oleh perkembangan kondisi iklim global.
Nilai mingguan indeks Niño 3.4 masih berada pada +1.47, sedangkan rata-rata berjalan SOI selama 30 hari terakhir tercatat sebesar -29.6. Indikator tersebut mengindikasikan bahwa El Niño masih signifikan, yang diprakirakan mencapai kategori kuat pada tahun ini.
Di sisi lain, menurut BMKG, peluang hujan juga masih berpotensi terjadi dalam sepekan ke depan. Aktivitas MJO secara spasial diprediksi memasuki wilayah Indonesia bagian selatan.
Selain itu, Gelombang Rossby Ekuatorial juga diprakirakan melintasi sebagian wilayah Sumatra dan Kalimantan, sehingga dapat membantu meningkatkan aktivitas konvektif di wilayah yang dilalui.




