Badai Tropis Penha Dapat Membawa Hujan di Sulut dan Gorontalo, Gelombang Laut di Utara Maluku

Prakiraan jalur lintasan Badai Tropis Penha dengan nama Filipina "Basyang" yang terbentuk di Laut Filipina, Rabu (4/2) malam. GAMBAR: PAGASA

Darilaut – Badai Tropis Penha yang terbentuk di Laut Filipina, pada Rabu (4/2) malam dapat membawa hujan di beberapa wilayah di Indonesia dan tinggi gelombang laut.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) siklon tropis Penha dapat memberikan dampak terhadap kondisi cuaca berupa berupa hujan dengan intensitas sedang-lebat di wilayah Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.

Tinggi Gelombang kategori Sedang (1,25 – 2,5 m) di Samudra Pasifik utara Papua Barat hingga Papua, perairan Kepulauan Sangihe dan Laut Sulawesi bagian timur.

Gelombang kategori Tinggi (2,5 – 4,0 m) di perairan Kepulauan Talaud dan Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua Barat Daya.

Penha telah bergerak ke arah barat dengan kecepatan 20 km per jam (11 knot) selama 6 jam terakhir, kata Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC).

Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 4,6 meter (15 kaki), kata JTWC.

BMKG mengatakan siklon tropis Penha berkembang dari bibit siklon tropis 94W yang tumbuh sejak 2 Februari 2026 pukul 13.00 WIB di Samudra Pasifik sebelah utara Papua, dan mencapai intensitas siklon tropis pada 4 Februari 2026 pukul 19.00 WIB.

Analisis BMKG 4 Februari 2026 pukul 19.00 WIB, sistem ini sekitar 960 km sebelah timur laut Tahuna, dengan kecepatan 6 knots (12 km per jam) bergerak menjauhi wilayah Indonesia.

Penha dengan nama Filipina “Basyang” bergerak ke  rah barat di atas Laut Filipina di sebelah timur Mindanao.

Basyang menguat menjadi badai tropis, kata Layanan Administrasi Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina (PAGASA) dalam buletin informasi yang diterbitkan Rabu malam.

Menurut PAGASA ”Basyang” akan bergerak ke arah barat selama 24 jam ke depan sebelum berbelok ke barat laut mulai Kami 5 Februari malam.

Badai Tropis (Tropical Storm) Penha di Laut Filipina, pada Rabu (4/2) malam. GAMBAR: JMA

PAGASA memperkirakan pusat Basyang akan mendarat pertama kali di Mindanao timur Kamis malam atau Jumat (6/2) pagi.

Setelah pendaratan awalnya, kata PAGASA, badai ini akan melemah menjadi depresi tropis saat melintasi Visayas dan akan diturunkan statusnya menjadi daerah tekanan rendah pada hari Minggu 8 Februari.

Badai ini akan melintasi daratan Mindanao timur laut dan Visayas Tengah dan Barat, lalu muncul di Laut Sulu pada Sabtu 7 Februari pagi.

Sabtu siang atau malam, diperkirakan Basyang akan melintasi bagian utara Palawan, kemudian muncul kembali di Laut Filipina Barat.

Exit mobile version