Darilaut – Wilayah pengangkatan dasar laut akibat gempa Sarangani magnitudo (M)7,8 di Mindanao akan dijadikan monumen geologi. Gempa di lepas pantai Sarangani, selatan Mindanao, pada Senin (8/6) mengakibatkan pengangkatan pesisir dan dasar laut hingga dua meter.
Berdasarkan foto Biro Pertambangan dan Geologi Departemen Lingkungan dan Sumber Daya Alam (Department of Environment and Natural Resources’ Mines and Geosciences Bureau – DENR) terlihat hamparan terumbu karang yang terangkat, berada di dekat jalan dan perbukitan. Seekor belut laut (Moray eel) terlihat di antara terumbu karang di lokasi yang terangkat di Pangyan, Sarangani.
Pengangkatan dasar laut hingga dua meter di Glan, Sarangani, setelah gempa bumi. Pengamatan serupa juga dicatat di Jose Abad Santos, Davao Occidental.
Pergeseran besar-besaran tersebut menyebabkan air laut surut sejauh 200 meter, meninggalkan hamparan terumbu karang dan padang lamun yang luas terpapar di atas permukaan air.
Melansir Kantor Berita Filipina, Philippine News Agency (PNA) Departemen Lingkungan dan Sumber Daya Alam (DENR) telah memperingatkan agar tidak membangun infrastruktur apa pun, termasuk rumah, di daerah pengangkatan yang terbentuk di Mindanao.
Dalam wawancara Radyo Pilipinas pada hari Rabu, Asisten Sekretaris DENR-Biro Pertambangan dan Geosains (MGB) Karlo Queaño mengatakan berbahaya untuk tinggal di daerah pengangkatan pantai, mengutip insiden serupa di Bohol pada tahun 2013 menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2.



