Darilaut – Badai Tropis (tropical storm) Pulasan diperkirakan akan mendarat di dekat Shanghai, Cina, Kamis (19/9) sore atau malam. Intensitas Pulasan telah meningkat menjadi badai tropis parah (severe tropical storm).
Pulasan akan terus bergerak ke barat laut, menurut Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama – Joint Typhoon Warning Center (JTWC), dan diperkirakan mendarat di dekat Shanghai.
Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 5,5 meter (18 feet), kata JTWC.
Dalam 36 jam ke depan, JTWC memperkirakan Pulasan akan memulai jalur timur-timur laut.
Sistem ini kemudian akan mengarah dengan cepat di sepanjang pantai selatan Korea Selatan di Selat Korea dan ke Laut Jepang, kata JTWC.
Namun, prakiraan jalur JTWC secara keseluruhan ditempatkan dengan kepercayaan yang rendah karena kemungkinan disipasi berkelanjutan di Cina timur.
Mengenai intensitas, kata JTWC, Pulasan diperkirakan akan melemah secara bertahap saat menuju Shanghai.
Observatorium Meteorologi Cina (Pusat) dalam buletin informasi yang dikeluarkan Kamis pukul 10.00 waktu setempat, mengatakan, badai tropis Pulasan telah meningkat menjadi badai tropis parah, Kamis pagi.
Pada pukul 10 pagi, pusatnya terletak di Laut Cina Timur sekitar 320 kilometer timur-selatan Xiangshan, Kota Ningbo, Provinsi Zhejiang.
Tekanan udara minimum pada pusatnya adalah 985 hPa (hektopaskal), kata Observatorium, dengan kecepatan 40-45 kilometer per jam.
Intensitasnya sistem ini diperkirakan meningkat, dan akan mendarat di sepanjang pantai dari Xiangshan, Zhejiang hingga Pudong, dan Shanghai, Kamis sore hingga malam.
Pulasan akan mendarat dengan intensitas badai tropis atau badai tropis parah, kata Observatorium.
Pulasan mengemas angin kencang dan hujan lebat di sejumlah wilayah di Cina Timur.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) dalam buletin informasi yang dikeluarkan Kamis pukul 12.45, mengatakan, Pulasan dengan kekuatan siklon tropis yang berkembang.
Badai tropis ini mengarah ke barat-laut dengan kecepatan 30 km per jam (16 knot).
Area angin kencang dengan kecepatan 30 knot atau lebih di timur laut 440 km (240 NM) dan barat daya 330 km (180 NM), kata Badan Meteorologi.
