Darilaut – Badai Tropis (Tropical Storm) Saudel telah terbentuk di dekat Mikronesia, Samudra Pasifik, pada Rabu (19/8) sore. Siklon tropis ini diperkirakan akan melintas di utara Kepulauan Mariana Utara dan mengarah ke selatan Jepang.
Saudel –topan Jepang nomor 18 – pada Rabu sore diperkirakan bergerak lambat ke barat laut.
Sistem ini memiliki tekanan udara pada pusatnya 1000hPa (hektopaskal), menurut Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA).
Saudel mengemas kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 20 meter per detik (40 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 30 meter per detik (60 knot).
JMA mengatakan area angin kencang dengan kecepatan angin 30 knot atau lebih di selatan 330 km (180 NM) dan utara 280 km (150 NM).
Sistem ini terletak 259 km di sebelah timur-timur laut Chuuk — sebuah negara bagian di Negara Federasi Mikronesia– dan telah bergerak ke arah barat-barat daya dengan kecepatan 7 km per jam (4 knot) selama 6 jam terakhir.
Tinggi gelombang signifikan maksimum mencapai 4 meter (13 kaki), menurut Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC).
Menurut JTWC area dengan angin terkuat yang terletak di kuadran tenggara diperkirakan akan terus berputar secara siklonik, kemungkinan memicu pergerakan ke arah barat daya.
Pergerakan yang cenderung diam di tempat (quasi-stationary) ini kemungkinan juga disebabkan oleh lemahnya arus pengarah (steering environment).
JTWC memperkirakan sistem ini (17W) akan menguat secara stabil dengan laju kurang lebih sesuai dengan rata-rata klimatologis selama 36 jam ke depan.
Seiring pergerakannya secara bertahap menuju kondisi lingkungan yang lebih baik—dengan wind shear yang lebih rendah dan aliran keluar (outflow) di lapisan atas yang lebih kuat—sembari mengalami simetrisasi vorteks.
Intensifikasi cepat atau Rapid Intensification (RI) diperkirakan terjadi dalam 1,5 hingga 3 hari, dengan peningkatan intensitas setidaknya sebesar 100 km per jam (55 knot), kata JTWC.
Setelah melintasi gugusan Kepulauan Mariana Utara, sistem diperkirakan akan menguat bertahap dan kemudian mencapai tingkat intensitas yang stabil tepat di bawah ambang batas topan super atau super typhoon.
