Darilaut – Sistem tekanan rendah tropis (Tropical Low) 16U telah menguat menjadi badai tropis kategori 1 di utara barat laut Broome, Australia Barat, Samudra Hindia, pada Jumat (23/1).
Sistem ini, menurut Biro Meteorologi (Bureau of Meteorology – BOM) Australia, saat ini sedang menguat, kemungkinan akan berdampak pada pantai barat laut Kimberley pada hari Sabtu sebagai sistem Kategori 2.
Angin berkelanjutan di dekat pusat 65 kilometer per jam dengan hembusan angin hingga 95 kilometer per jam, kata Biro Meteorologi, dalam bulletin informasi yang dikeluarkan Jumat pukul 17.00 waktu setempat.
16 U dengan jarak 350 kilometer barat laut utara Broome dan 400 kilometer barat laut barat Derby, menurut Biro Meteorologi.
Sistem ini bergerak ke selatan tenggara dengan kecepatan 24 kilometer per jam. 16U berada di lingkungan yang menguntungkan dan diperkirakan akan meningkat menjadi sistem kategori 2 pada Sabtu pagi, sebelum melintasi pantai barat laut Kimberley selama hari Sabtu.
Pendaratan kemungkinan besar antara Broome dan Pulau Cockatoo, kata Biro Meteorologi. Setelah melintasi daratan sistem ini diperkirakan akan melemah.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sistem ini dapat memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan wilayah perairan di Indonesia.
Dampak tersebut berupa hujan sedang – lebat di wilayah Jawa Timur dan Bali, serta hujan lebat – sangat lebat di wilayah Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.
Angin kencang di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, dan Nusa Tenggara Timur.
Tinggi gelombang kategori sedang (1,25 – 2,5 m) di Laut Bali, Laut Flores, Selat Bali, Selat Lombok, dan Laut Arafuru bagian Barat.
Gelombang kategori tinggi (2,5 – 4,0 m) di perairan selatan Jawa Barat hingga NTT, Laut Sawu, dan Samudra Hindia selatan Jawa Barat hingga NTT, kata BMKG.
Menurut Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) tekanan tropis 16U) telah bergerak ke arah tenggara dengan kecepatan 15 km per jam (8 knot) selama 6 jam terakhir.
Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 5,8 meter (19 kaki), kata JTWC.
Mengenai intensitas, kata JTWC, siklon diperkirakan akan terus menguat selama 24 jam ke depan, karena lingkungan tetap menguntungkan dengan suhu permukaan laut yang hangat antara 29 – 30°C, geser angin minimal kurang dari 20 km per jam (10 knot), dan aliran keluar yang mendukung di lapisan atas atmosfer.
