Badai Tropis Trami Menewaskan 46 orang di Filipina

Foto yang diambil dari udara menunjukkan jalan raya Maharlika di kota-kota Milaor-San Fernando di Camarines Sur tetap terendam banjir pada Jumat (25/10). FOTO: OCD-5/PNA

Darilaut – Badai tropis parah (Severe Tropical Storm) Trami yang mendarat di Luzon Utara, Filipina, telah menewaskan sedikitnya 46 orang. Puluhan juta orang terdampak langsung siklon tropis dengan nama lokal Filipina “Kristine” tersebut.

Laporan terbaru, sebagian besar korban tewas berada di Luzon dan Visayas.

Melansir Kantor Berita Filipina, PNA, korban terwas 28 orang berasal dari Bicol dan 15 dari Calabarzon, dan masing-masing satu dari Ilocos, Luzon Tengah dan Semenanjung Zamboanga, yang semuanya sedang menjalani validasi, kata Wakil Sekretaris Kantor Pertahanan Sipil Ariel Nepomuceno, pada Jumat (25/10).

Pihak terkait juga sedang melakukan validasi untuk laporan tujuh orang terluka dan 20 orang hilang.

Angkatan Udara Filipina (PAF) melaporkan bahwa unit tugas tanggap bencana dari Grup Operasi Taktis 5, dengan cepat mengangkut pasokan bantuan penting dari Departemen Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan ke daerah yang terkena dampak badai di Camarines Sur.

Juru bicara PAF Kolonel Ma. Consuelo Castillo mengatakan dengan menggunakan truk KM-250 dan perahu serat, PAF mengirimkan pasokan bantuan kepada penduduk di Centro Nabua, Barangay San Miguel, Brgy. Santiago Tua, Brgy. Santiago Muda, Brgy. Sto. Domingo, Barangay La Purisima, dan Barangay La Opinion.

Menurut Castillo operasi tersebut dilakukan dengan berkoordinasi dengan Angkatan Darat Filipina, Angkatan Laut Filipina, Penjaga Pantai Filipina dan Kepolisian Nasional Filipina (PNP).

Sementara itu, Kepolisian Nasional Filipina mengerahkan 17.900 petugas untuk upaya penyelamatan dan bantuan.

Jumlah itu termasuk 6.700 perwira yang sudah dikerahkan dan 11.200 dari Pasukan Dukungan Siaga Reaksioner.

Juru bicara PNP Brigadir Jenderal Jean Fajardo, dalam pengarahan Bagong Pilipinas Ngayon, mengatakan kontingen dari kantor regional polisi (PRO) lainnya melakukan perjalanan ke Wilayah Bicol untuk membantu misi bantuan.

Menurut Fajardo, pada Jumat pukul 11.00, personel kami dari PRO 8 (Visayas Timur) naik MV Don Antonio menuju Pelabuhan Matnog di Sorsogon.

Kami memiliki 200 personel di sana yang merupakan bagian dari kontingen BFP (Biro Perlindungan Kebakaran), AFP (Angkatan Bersenjata Filipina), OCD dan unit pemerintah daerah Ormoc, katanya.

Helikopter PNP akan digunakan untuk operasi pencarian dan bantuan setelah cuaca membaik.

Petugas polisi juga terlibat dalam bantuan kemanusiaan dan tanggap bencana di Metro Manila, Luzon Tengah dan Luzon utara.

Selain itu, terdapat 1.000 petugas PNP yang keluarganya terkena dampak Kristine.

Exit mobile version