Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone Menghentikan Pembukaan Jalan dalam Kawasan

Pemberitahuan penanganan dan pengawasan Balai Taman Nasional Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. FOTO: KOLEKSI DARILAUT.ID

Darilaut – Balai Taman Nasional Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) di Gorontalo telah menghentikan aktivitas pembukaan jalan di dalam kawasan konservasi.

Aktivitas pengrusakan ini berupa pembukaan jalan dengan menggunakan ekskavator. Pihak Balai TNBNW telah memasang pemberitahuan dengan menyampaikan di lokasi pengrusakan tersebut sedang dalam penanganan dan pengawasan.

”Aktivitas pengrusakan hutan berupa pembukaan jalan menggunakan ekskavator di lokasi ini sedang dalam penanganan dan atau pengawasan Balai Taman Nasional Taman Nasional Bogani Nani Wartabone,” demikian pemberitahuan tersebut.

Dalam pemberitahuan tersebut menyebutkan aktivitas pengrusakan hutan berupa pembuatan jalan berpotensi menimbulkan bencana alam dan melanggar ketentuan peundang-undangan yang berlaku dan telah dilaporkan ke Polres Bone Bolango untuk dilakukan proses penyidikan.

“Aktivitasnya benar terjadi dalam kawasan taman nasional dan sekarang kasusnya sudah dalam penanganan Polres Bone Bolango,” kata Kepala Resort Talubolo-Pinogu Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, Yustus Maga, Senin (2/2).

Pemberitahuan penanganan dan pengawasan Balai Taman Nasional Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. FOTO: KOLEKSI DARILAUT.ID

Kawasan Konservasi

Taman Nasional Bogani Nani Wartabone salah satu kawasan konservasi di wilayah Wallacea, sekaligus rumah bagi flora dan fauna endemik Sulawesi.

Di dalam kawasan ini terdapat babirusa (Babyrousa babyrussa celebensis), terdapat anoa atau Bubalus spp., musang sulawesi atau Macrogalidia musschenbroekii, monyet hitam sulawesi atau Macaca nigra, monyet hitam gorontalo atau Macaca nigrescens, maleo atau Macrocephalon maleo, tarsius, dan kura-kura hutan sulawesi atau Leucocephalon yuwonoi.

Tercatat  200 jenis burung, 36 jenis mamalia, 23 jenis reptil dan amfibi, dan 298 jenis pohon serta palem di kawasan pelestarian alam tersebut.

Hasil penelitian terbaru, di dalam kawasan juga tercatat empat tumbuhan langka yang masuk status konservasi dalam Daftar Merah International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Empat tumbuhan tersebut Aglaia argentea Blume, Aglaia coriacea Korth. ex Miq.,  Aglaia Angustifolia (Miq.) Miq., dan Aglaia puberulanthera C. DC.

Setahun terakhir babirusa Sulawesi tidak lagi dapat ditemukan di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) khususnya di wilayah Gorontalo. Padahal, wilayah taman nasional yang berada di kawasan Wallacea ini salah satu tempat perjumpaan terbaik di alam liar.

Sebelumnya, dilaporkan babirusa sulawesi  menghilang di dalam kawasan taman nasional diduga kuat dipengaruhi oleh sebaran virus African Swine Fever (ASF) atau virus babi afrika.

Selain babirusa, babi hutan juga ditemukan mati di dalam kawasan. Bulan Oktober 2023 ditemukan 11 ekor babi hutan mati diduga karena infeksi virus ASF, di Desa Ulanta, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango.

Exit mobile version