Darilaut – Banjir bandang melanda Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara dan tanah longsor terjadi di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa Tenggara melaporkan banjir bandang membawa material kayu dan lumpur dari pegunungan Manimporok.
Data sementara pada sore tadi mencatat peristiwa ini mengakibatkan 33 unit rumah terdampak dan 3 bangunan hanyut di Kecamatan Ratahan, dengan rincian rumah warga 1 unit, kios 1 dan bengkel 1, sedangkan di Ratahan Timur, banjir bandang berdampak pada rumah warga 17 unit dan balai 1.
Peristiwa yang terjadi pada Senin (20/9), pukul 14.30 waktu setempat, menyebabkan ketinggian muka air berkisar 200 hingga 300 sentimeter. BPBD terus melakukan pendataan dampak banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Ratahan dan Ratahan Timur.
Di Kabupaten Cianjur, tanah longsor mengakibatkan satu warga Desa Merkamuly menderita luka berat. Tim gabungan yang terdiri dari 29 personel berhasil mengevakuasi warga luka tersebut. Proses evakuasi warga juga dibantu oleh masyarakat setempat.
Warga yang mengalami luka berat ini kemudian mendapatkan penanganan medis dan rujukan di Rumah Sakit Umum Daerah Sayang Cianjur. Selain korban luka-luka, tanah longsor juga berdampak pada 2 KK atau 7 warga yang harus mengungsi sementara ke rumah kerabat terdekat.
BPBD Kabupaten Cianjur mencatat dua desa terdampak di dua kecamatan, yaitu Desa Merkamuly di Kecamatan Cikalongkulon dan Desa Sukabungah di Campakmulya.
Peristiwa yang dipicu hujan lebat pada Minggu (19/9), pukul 18.45 WIB, berdampak pada 2 unit rumah dan 1 unit sekolah Madrasah Aliyah Nurul Aklam. BPBD setempat melaporkan bangunan tersebut tertimpa material longsoran.
Angin Kencang
Angin kencang yang terjadi di Kecamatan Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mengakibatkan kerusakan rumah dan warga setempat luka-luka. Peristiwa yang terjadi bersamaan dengan turunnya hujan ini berlangsung pada Minggu (19/9).
Satu warga mengalami luka ringan di bagian kepala akibat material bangunan. Petugas BPBD setempat merujuk warga Dusun Sumberejo, Desa Wringinagung, ke Puskesmas Jajag.
Angin kencang juga mengakibatkan kerusakan 36 unit rumah warga. Rumah tersebut rata-rata mengalami kerusakan pada bagian atap. Kuatnya angin menyebabkan genteng rumah warga berserakan.
Setelah angin kencang mereda, warga bergotong royong memperbaiki kerusakan rumah warga.
