Darilaut -Pada tanggal 5 Juni 2026, Republik Azerbaijan menjadi tuan rumah peringatan global Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) di Baku.
Terletak di persimpangan Timur dan Barat di sepanjang Jalur Sutra bersejarah, Azerbaijan adalah negeri dengan keanekaragaman alam yang luar biasa.
Lanskapnya mencakup dua zona iklim utama—subtropis dan beriklim sedang—dan meliputi 8 jenis iklim yang berbeda, dari hutan subtropis hingga ekosistem pegunungan, menciptakan keanekaragaman hayati yang kaya.
Azerbaijan sedang mengejar pertumbuhan hijau dan energi terbarukan dengan cepat. Sebagai Pihak Perjanjian Paris, Azerbaijan telah berkomitmen untuk mengurangi emisi sebesar 40% pada tahun 2035 (dari tingkat tahun 1990).
Selain itu, kebijakan ini juga bertujuan untuk meningkatkan energi terbarukan hingga 30% pada tahun 2030.
Proyek-proyek skala besar sedang berlangsung, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya Garadagh 230 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Angin Khizi–Absheron 240 MW, dengan proyek-proyek tambahan berkapasitas 1 GW+ yang sedang dalam pengembangan.
Keberlanjutan perkotaan di Baku semakin maju dengan bus modern rendah emisi dan tanpa emisi, infrastruktur kendaraan listrik (EV), dan solusi kota pintar.
Wilayah Garabagh dan Zangezur Timur sedang diubah menjadi zona “nol emisi”, yang memadukan energi terbarukan, restorasi ekosistem, dan pembangunan pasca-konflik. Pengelolaan air yang dimodernisasi dan pertanian yang tahan terhadap perubahan iklim semakin memperkuat adaptasi di daerah rawan kekeringan.



