Banjir dan Longsor Terjang Dua Kecamatan di Kabupaten Gorontalo

Banjir di Kabupaten Gorontalo, pada Sabtu (31/5). FOTO: BPBD Kabupaten Gorontalo/BPBD Provinsi Gorontalo

Darilaut – Banjir bandang dan longsor menerjang dua kecamatan di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pada Minggu (31/5).

Peristiwa yang terjadi di Kecamatan Biluhu dan Kecamatan Bilato mengakibatkan puluhan rumah dan ratusan warga terdampak. Banjir ini karena tingginya intensitas hujan di wilayah tersebut.

Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo, banjir dan longsor terjadi di Desa Olimeyala Kecamatan Biluhu, serta merendam permukiman warga di Desa Taulaa Kecamatan Bilato.

Di Desa Olimeyala, banjir berdampak pada 25 unit rumah yang dihuni oleh 40 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 140 jiwa.

Selain itu, tanah longsor turut berdampak pada 2 unit rumah dengan jumlah korban terdampak sebanyak 2 KK atau 7 jiwa.

Sementara di Desa Taulaa banjir melanda dua dusun. Di Dusun 1 tercatat sebanyak 24 KK atau 84 jiwa terdampak, sedangkan di Dusun 2 sebanyak 32 KK atau 130 jiwa.

BPBD Kabupaten Gorontalo bersama pemerintah kecamatan, aparat desa, masyarakat, dan unsur terkait lainnya segera melakukan langkah-langkah penanganan darurat. Upaya yang telah dilakukan meliputi pendataan terhadap warga terdampak banjir dan tanah longsor serta koordinasi dengan pihak terkait guna percepatan penanganan bencana.

Koordinasi intensif terus dilakukan dengan berbagai pihak terkait untuk mempercepat upaya penanganan dan penanggulangan dampak bencana di wilayah terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Gorontalo Rusli W. Nusi mengatakan terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Gorontalo, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan lainnya untuk melakukan pendataan warga yang terdampak banjir.

”Termasuk penanganan dan mitigasi guna mencegah risiko bencana susulan,” kata Rusli.

Exit mobile version