Banjir di Bogor Merusak 4 Jembatan, di Mamasa 2 Unit

Kondisi pasca banjir dan tanah longsor yang melanda Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat Sabtu (4/9). FOTO: BPBD Kabupaten Mamasa/BNPB

Darilaut – Banjir yang terjadi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, merusak empat jembatan penghubung antar kampung. Di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat dua jembatan rusak, serta akses ke lokasi terputus akibat tertutup longsor.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa pada Senin (6/9), pukul 18.00 WIB di Bogor.

Petugas gabungan memprioritaskan keselamatan warga saat melakukan upaya penanganan darurat banjir yang menerjang empat kecamatan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor menginformasikan prioritas penanganan darurat terfokus pada penyelamatan, pertolongan dan evakuasi warga terdampak.

Hingga Senin malam, sebanyak 2 KK atau 7 warga dievakuasi dan telah mengungsi di tempat yang aman. Sebanyak 32 KK atau 37 warga lainnya serta 50 santri terdampak kejadian ini.

BPBD Kabupaten Bogor menyampaikan para santri sempat terisolir karena jembatan utama di Sungai Cidurian terbawa arus banjir.

Dalam penanganan darurat ini, BPBD setempat telah berkoordinasi dengan aparat kecamatan dan desa terdampak, serta melakukan pendataan di lapangan.

Banjir juga mengakibatkan kerusakan rumah warga. Tercatat satu rumah warga mengalami rusak berat, empat jembatan penghubung antar kampung terputus. Sementara itu, 11 unit rumah warga dan satu pondok pesantren terdampak.

Peristiwa ini dipicu oleh hujan deras yang cukup lama sehingga debit air Sungai Cidurian meluap. Desa-desa yang terdampak yaitu Desa Kalong Sawah di Kecamatan Jasinga, Desa Malasari dan Nanggung di Kecamatan Nanggung, Desa Urug di Kecamatan Sukajaya serta Desa Sukamaju di Kecamatan Cigudeng.

Di Mamasa, tim gabungan bekerjasama untuk menangani banjir dan tanah longsor. Tim terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamasa, TNI-Polri, Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum, Tagana, Tim Jituratnata dan masyarakat.

Banjir dan tanah longsor yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi serta meluapnya sungai Burana pada Sabtu (4/9) berdampak di dua desa. Daerah yang mengalami dampak kejadian ini yakni Desa Burana dan Desa Pangandaran yang terletak di Kecamatan Tabulahan.

BPBD Kabupaten Mamasa melaporkan terdapat kerugian materil sebanyak 127 unit rumah rusak, perkebunan atau sawah masyarakat hancur dan sejumlah hewan ternak hanyut terbawa arus banjir.

Selain itu, peristiwa ini juga mengakibatkan dua unit jembatan rusak serta akses jalan ke lokasi sempat terputus akibat tertutup longsor.

Kondisi saat ini dilaporkan bahwa banjir sudah surut, para warga sudah kembali ke rumah untuk menyelamatkan harta benda yang sempat hanyut.

Adapun kendala yang dialami tim gabungan dilapangan yakni jaringan listrik yang padam sehingga jaringan telekomunikasi juga terganggu, sehingga terhambat dalam melakukan koordinasi.

Distribusi logistik penanganan darurat juga sempat terkendala akibat akses jalan yang sempat putus akibat tertutup longsor.

Tim gabungan terus berupaya melakukan penanganan darurat pasca banjir dan tanah longsor dengan mendirikan posko pengungsian di Desa Burana dan Desa Pangandaran guna mengantisipasi adanya potensi banjir susulan.

Exit mobile version