Darilaut – Material lumpur sempat menutup ruas jalan trans Sulawesi yang menghubungkan Kabupaten Bolaang Mongondow menuju Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara, saat terjadi banjir di wilayah tersebut. Sementara angin Kencang Merusak Puluhan Rumah di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Di Bolaang Mongondow material lumpur yang terbawa oleh banjir bandang menutup jalan penghubung antara Desa Singsingon Timur dan Desa Mobuya di Kecamatan Passi Timur. Jalan ini sempat tidak dapat dilalui oleh kendaraan bermotor.
Alat berat telah diturunkan oleh Dinas Pekerjaan Umum Balai Jalan Provinsi untuk pembersihan lumpur dan kayu yang menutupi ruas jalan tersebut.
Banjir di Bolaang Mongondow yang dipicu hujan lebat dengan ketinggian muka air berkisar antara 40 hingga 70 cm.
Peristiwa ini berdampak di 8 desa yang tersebar di tiga kecamatan, yaitu Desa Batu Merah, Cempaka, Bolangat Induk, Bolangat Timur di Kecamatan Sangtombolang, Desa Batu Rapa, Sauk, Buntalo di Lolak, serta Desa Singsingon Timur di Passi Timur.
Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolaang Mongondow sejumlah warga Desa Batu Merah ada yang mengungsi sementara ke rumah kerabat terdekat atau tempat ibadah.
Di Bolaang Mongondow Utara, BPBD menginformasikan banjir melanda Desa Busisinggo dan Mukosato di Kecamatan Sangkub. Peristiwa ini berlangsung pada Rabu (22/9), pukul 11.15 Wita.
Banjir tersebut dipicu oleh hujan berintensitas tinggi sehingga debit air Sungai Sangkub meluap. Pantauan TRC BPBD pada tinggi muka air berkisar 30 hingga 75 cm.
Peristiwa ini mengakibatkan 70 rumah warga terendam. Di samping itu, sebanyak 4 KK atau 11 jiwa mengungsi ke tempat yang aman.
Di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, hingga Rabu (22/9) sebanyak 303 rumah warga masih terdampak banjir. Banjir ini sudah berlangsung sejak Senin lalu (20/9).
Ketinggian muka air yang berkisar antara 30 hingga 100 cm tak hanya merendam perumahan warga, tetapi juga fasilitas umum dan aset lain warga, seperti lahan dan tambak.
Pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu per hari ini (22/9), pukul 17.00 WIB, menyebutkan 636 KK atau 2.095 jiwa terdampak. Belum ada laporan warga yang mengungsi akibat banjir tersebut.
BPBD juga mendata sejumlah fasilitas umum yang terdampak, antara lain tempat ibadah 5 unit, fasilitas Pendidikan 4, kantor desa 3 dan fasilitas kesehatan 3. Sedangkan aset warga, seluas 583 hektar tambak dan 285 hektar pertanian terdampak.
Di Lombok Tengah, angin kencang merusak 17 unit rumah warga. Sebanyak tiga desa terdampak yakni Desa Monggas yang terletak di Kecamatan Kopang, Desa Montong Terep dan Desa Mertak Tombok di Kecamatan Praya. Peristiwa ini terjadi bersamaan dengan turunnya hujan yang berlangsung pada Rabu (22/9).
Laporan BPBD Kabupaten Lombok Tengah terdapat satu warga mengalami luka akibat material bangunan dan 28 KK terdampak peristiwa ini.
Petugas gabungan yang terdiri dari BPBD Provinsi NTB, BPBD Kabupaten Lombok Tengah, unsur TNI-POLRI dan warga sekitar bergotong royong membersihkan puing pohon tumbang dan material yang terbawa saat terjadi peristiwa ini.
