Darilaut – Banjir yang terjadi di Provinsi Kalimantan Selatan telah meluas di 10 kabupaten dan kota. Puluhan ribu warga mengungsi akibat banjir ini dan 15 orang korban meninggal dunia.
Data yang dihimpun Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan yang terdampak banjir di Kabupaten Tapin, Kabupaten Banjar, Kota Banjar Baru, Kota Tanah Laut. Kemudian di Kota Banjarmasin, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Balangan, Kabupaten Tabalong, Kabupataen Hulu Sungai Selatan, dan Kabupaten Batola.
Banjir mulai terjadi pada Selasa (12/1) setelah hujan dengan intensitas sedang di Kalimantan Selatan.
Tercatat sebanyak 24.379 rumah terendam banjir dan 39.549 warga mengungsi.
Rinciannya, Kabupaten Tapin sebanyak 582 rumah terdampak dan 382 jiwa mengungsi, Kabupaten Banjar 6.670 rumah terdampak dan 11.269 jiwa mengungsi, Kota Banjar Baru 2.156 terdampak dan 3.690 jiwa mengungsi, serta Kota Tanah Laut 8.506 rumah terdampak dengan 13.062 jiwa mengungsi.
Selanjutnya, Kabupaten Balangan sebanyak 1.154 rumah terdampak dengan 17.501 jiwa mengungsi, Kabupaten Tabalong 407 rumah dengan 770 jiwa terdampak dan mengungsi. Di Kabupaten Hulu Sungai Tengah 11.200 jiwa mengungsi dan 64.400 jiwa terdampak. Kemudian di Kabupaten Hulu Sungai Selatan 387 rumah terdampak dan 6.690 jiwa mengungsi, Kota Banjarmasin dengan 716 jiwa terdampak, Kabupaten Batola 517 rumah dan 28.400 jiwa terdampak.
Selain itu, terdapat korban meninggal dunia sebanyak 15 orang. Masing-masing di Kabupaten Tanah Laut 7 orang, Kabupaten Hulu Sungai Tengah 3 orang, Kota Banjar Baru 1 orang, Kabupaten Tapin 1 orang, dan Kabupaten Banjar 3 orang.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir pada Tanggal 14 Januari 2021. Sampai saat ini BPBD juga melakukan pendataan titik pengungsian bagi masyarakat terdampak.
Tim gabungan terus bergotong royong dalam melakukan penanganan bencana yang terjadi. BNPB dalam hal ini juga telah menyalurkan bantuan terhadap 10 Kabupaten yang terdampak bencana banjir mulai dari material maupun non material seperti sandang, pangan, terpal, matras, selimut dan peralatan dasar kebencanaan.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BNPB telah sampai di Kota Banjarmasin pada Sabtu (16/1) pukul 14.20 WITA dan melanjutkan perjalanan ke lokasi terdampak bersama BPBD Provinsi Kalimantan Selatan.
Tim telah mengunjungi posko penanganan darurat bencana banjir di Kantor BPBD Provinsi Kalimantan Selatan serta berkoordinasi dengan Gubernur Kalimantan Selatan, Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Selatan dan SKPD terkait.
Menurut Pelaksana Tugas Direktorat Dukungan Infrastruktur Darurat Budi Erwanto, tim akan dibagi untuk melakukan kaji cepat di Kabupaten/Kota yang terdampak berdasarkan hasil koordinasi dengan Posko Informasi dari BPBD Provinsi Kalimantan Selatan.
Tim akan mengkaji langsung lima wilayah yang terdampak banjir paling besar, antara lain Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, Kota Tanah Laut, Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kabupaten Balangan.
Bantuan Logistik
BNPB turut mendistribusikan bantuan logistik dalam mendukung upaya penanganan banjir di Kalimantan Selatan pada Sabtu (16/1) dengan rincian antara lain makanan siap saji 1.002 paket, makanan tambahan gizi 1.002 paket, lauk pauk 1.002 paket, selimut 1.000 lembar, masker kain 1.000 pcs, tenda pengungsi 5 set, velbed 100 unit, pelampung 5 unit, satu unit perahu lipat PB 10 dan satu unit mesin perahu 9,8 Pk.
Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kalimantan Selatan masih berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang.
BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga, di tengah musim hujan yang akan terjadi hingga Februari 2021. Masyarakat juga dapat memantau informasi prakiraaan cuaca melalui BMKG.
BNPB telah mengerahkan personil Tim Reaksi Cepat (TRC) guna mendukung penanganan banjir di Kalimantan Selatan.
