Banjir Melanda Kabupaten Gorontalo, Kapuas Hulu dan Seluma

Ilustrasi banjir. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Banjir melanda sejumlah daerah seperti di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Kapuas Hulu Kalimantan Barat dan Seluma Bengkulu.

Banjir yang melanda 4 kecamatan di Kabupaten Gorontalo dipicu hujan lebat sehingga debit air beberapa sungai meluap pada Jumat malam (1/10).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo memonitor sekitar tiga jam setelah banjir, genangan berangsur-angsur surut.

Fenomena ini disebabkan empat sungai tidak mampu menampung debit air hujan, yaitu Sungai Bulota, Biyonga, Uwabu dan Marisa. Kondisi tersebut menyebabkan 13 desa atau kelurahan yang tersebar di empat kecamatan terdampak.

Wilayah desa atau kelurahan yang terdampak yaitu Kelurahan Hunggaluwa, Tenilo, Hutuo, Kayubulan dan Bolihuanga di Kecamatan Limboto. Kemudian di Kecamatan Limboto Barat, desa terdampak di Yosonegoro, Tunggulo dan Haya-haya, sedangkan di Telaga dan Pulubala wilayah terdampak antara lain Desa Ulapato B, Dulamayo, Ulupato A, Talumelito dan Tuladenggi.

Sebanyak 2.300 warga terdampak di empat kecamatan tersebut. Dampak lain, BPBD Kabupaten Gorontalo juga mencatat jembatan rusak sebanyak 4 unit. Saat banjir terjadi, tinggi muka air berkisar 20 hingga 50 cm.

BPBD telah melakukan berbagai upaya penanganan darurat, seperti evakuasi, pendataan korban terdampak, pendistribusian makan siap saji. Di beberapa titik petugas gabungan membantu warga untuk membersihkan material yang terbawa banjir.

Hujan berintensitas tinggi sejak Jumat lalu hingga Sabtu (2/10) memicu banjir di wilayah Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat. Hujan lebat mengakibatkan debit air Sungai Kapuas meluap hingga menggenangi wilayah pemukiman.

Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih terpantau di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu pada Sabtu. BPBD Kabupaten Kapuas Hulu melaporkan banjir terjadi pada pukul 04.00 dini hari waktu setempat.

Genangan air berkisar kurang lebih 50 cm pada dua desa di Kecamatan Putusibau Utara, yaitu Desa Tanjung Lasa dan Desa Mendalam.

Hujan yang masih mengguyur wilayah tersebut berpotensi memicu peningkatan tinggi muka air. Menyikapi kondisi tersebut, BPBD bersiaga dan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan maupun desa guna mengantisipasi dampak yang lebih buruk.

BPBD juga melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak banjir serta pendataan kerugian material dan warga terdampak.

Adapun BPBD bersama perangkat daerah setempat menggunakan perahu dalam mendukung mobilisasi bantuan logistik dan upaya lain penanganan banjir di dua desa terdampak.

BPBD mengidentifikasi kebutuhan mendesak saat ini yaitu perahu karet dan jas hujan guna mengoptimalkan kinerja tim di lapangan dalam mendistribusikan bantuan serta kesiapsiagaan langkah evakuasi apabila dibutuhkan sewaktu-waktu.

Banjir yang melanda Kabupaten Seluma, mengakibatkan tiga rumah warga rusak. BPBD Kabupaten Seluma mencatat rumah rusak berat sebanyak dua unit dan rusak ringan satu.

Selain kerusakan, rumah warga terdampak sebanyak 241 unit. Dampak pada fasilitas umum maupun Pendidikan, BPBD masih melakukan pendataan di lokasi.

Banjir tidak sampai menyebabkan terjadinya pengungsian. Namun banjir berdampak pada 241 KK atau 914 jiwa yang tersebar di lima desa.

Kelima desa terdampak berada di di Kecamatan Talo Kecil, yaitu Desa Bakal Dalam, Napalan, Tebat Sibun, Taba dan Talang Padang. Saat banjir terjadi, tinggi muka air berkisar 35 hingga 100 cm.

Exit mobile version