Banjir Melanda Parigi Moutong dan Langkat

Banjir yang melanda wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Minggu (27/9). FOTO: BPBD Kabupaten Parigi Moutong/BNPB

Darilaut – Banjir melanda Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, dan Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara.

 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat banjir di Parigi Moutong terjadi di Desa Toribulu Selatan, Desa Tomoli Utara, Desa Sibalago dan Desa Singura, Kecamatan Toribulu, pada Minggu (27/9).

Kaji cepat sementara mencatat 160 rumah dan 3 unit fasilitas umum terdampak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama tim gabungan segera melakukan upaya penanganan darurat di lapangan. Kondisi terkini banjir dilaporkan sudah surut.

Di Kabupaten Langkat banjir terjadi pada Minggu (27/9). Hujan dengan intensitas tinggi memicu terjadi banjir yang berdampak di tiga kecamatan yakni Kecamatan Padang Tualang, Kecamatan Sawit Seberang dan Kecamatan Wampu.

Ketinggian muka air saat terjadi banjir berkisar antara 10 hingga 80 sentimeter. Berdasarkan pemantauan visual, banjir sudah mulai berangsur surut. BPBD menyiapkan langkah penanganan darurat serta penyaluran bantuan yang dibutuhkan.

Sebelumnya, banjir dan longsor juga terjadi di Kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh, pada Rabu (16/9). Hujan berintensitas tinggi disertai angin dan petir menyebabkan banjir serta longsor di sejumlah wilayah. Sebanyak delapan kecamatan dan 21 desa terdampak. Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 18 kepala keluarga dan 18 rumah terdampak.

Banjir di Solok dan Pasaman

Satu korban yang sebelumnya masih dinyatakan hilang akibat banjir bandang yang melanda kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (25/9).

Dengan ditemukannya korban tersebut, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang Kabupaten Solok menjadi dua orang.

Banjir bandang terjadi pada Senin (21/9) sekira pukul 19.45 WIB setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Solok. Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan debit sejumlah aliran sungai, termasuk Sungai Batang Laso, serta longsor pada bukit di sekitar aliran sungai.

Material longsoran berupa pasir, batu, lumpur dan air kemudian menerjang kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok dan permukiman di sekitarnya. Material banjir juga sempat meluap hingga badan Jalan Raya Solok–Padang yang berada di sekitar kawasan perkantoran pemerintah daerah.

Selain korban meninggal dunia, empat warga mengalami luka. Tiga korban mengalami luka ringan, sedangkan satu korban mengalami luka berat dan telah mendapatkan penanganan medis sebelum dirujuk ke rumah sakit di Kota Padang.

Banjir juga terjadi di Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, pada Jumat (18/9).

Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas lebat mengguyur wilayah Kecamatan Dua Koto sejak sekitar pukul 14.00 hingga 18.00 WIB. Kondisi tersebut menyebabkan Sungai Aek Koronok dan Sungai Batang Jember Tonang Raya meluap hingga menggenangi permukiman warga di Nagari Simpang Tonang.

Exit mobile version