Darilaut – Dalam sepekan terakhir, banjir merendam sejumlah wilayah di Indonesia seperti di Kabupaten Ketapang, Pesisir Selatan, Parigi Moutong, Aceh Barat Daya dan Sukabumi. Banjir ini berada di Pulau Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, serta Jawa.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat di Ketapang, Kalimantan Barat, masih terjadi kenaikan di beberapa titik lokasi dengan tinggi genangan 40 hingga 150 cm, Jumat (25/9) malam, pukul 19.30 WIB.
Data sementara sebanyak 2.076 kepala keluarga terdampak banjir. Mereka tersebar di tiga kecamatan yakni Kecamatan Sungai Laur (16 desa terdampak), Simpang Dua (4 desa) dan Balai Bekuak (4 desa).
Kerugian materiil mencakup 2.076 rumah terendam, 1 rumah hanyut dan 1 jembatan putus. Banjir di pertama dilaporkan Senin (21/9) di Desa Simpang Dua.
Di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, banjir karena meluapnya Sungai Paiman terjadi sejumlah tempat, Rabu (23/9).
Kecamatan yang terdampak banjir terjadi seperti Koto XI Tarusan, Bayang Utara, Bayang, IV Jurai dan Batang Kapas.
Selain banjir, tanah longsor juga terjadi di Pesisir Selatan. Akibat kondisi tanah labil dan dipicu curah hujan tinggi, akses jalan dari Padang Paiman menuju Bengkulu tertimbun material longsor.
Hujan dengan intensitas tinggi memicu banjir dan tanah longsor di wilayah Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh, Rabu (23/9).
Tercatat banjir ini terjadi di Kecamatan Blangpidie (Desa Mata Le dan Alu Mangota), Kecamatan Susoh (Padang Baru dan Pulau Kayu), Kecamatan Tangan Tangan (Gunung Cut, Padang Kawa dan Blang Padang), Kecamatan Manggeng (Tokoh I dan Padang), Kecamatan Lembah Sabil (Tokoh II) dan Kecamatan Babahrot (Gunung Samarinda).
Total desa terdampak sebanyak 11 desa pada 6 kecamatan tersebut.
Di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, banjir terjadi karena meluapnya debit air Sungai Ogolatfa, Kamis (24/9). Lokasi ini berada di Desa Sidoan, Sidoan Barat dan Sidoan Selatan yang berada di 3 kecamatan.
Di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, banjir merusak sejumlah pemukiman dan insfrastruktur. Rumah rusak ringan 151 unit, rusak sedang 49 dan rusak berat 82.
Infrastruktur umum, jembatan rusak sedang 1 unit, rusak berat 7 dan terancam rusak 1. Kerusakan lain berupa pipa air bersih, bendungan dan mushola.
Saat kejadian, Senin (21/9), pukul 17.00 WIB, 3 warga hilang akibat derasnya banjir bandang. Selang sehari, 2 warga hilang ditemukan tim gabungan dalam kondisi meninggal dunia. Satu korban meninggal lainnya berhasil dievakuasi.*
