Darilaut – Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, dan lima wilayah lainnya masih berstatus kualitas udara pada kategori berbahaya pada Jumat (23/10) dini hari.
Konsentrasi Partikulat (PM2.5) kategori berbahaya tersebut tersebar di enam Lokasi, termasuk Lore Lindu di Sulawesi Tengah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan konsentrasi partikulat pada Jumat pagi pukul 01.00 di Palangkaraya 632,7 µg/m3, Talang Betutu Palembang 1.055,5 µg/m3, Musi 2 Palembang 618,5 µg/m3, Pangkalanbun 678,1 µg/m3, Banjarbaru 480 µg/m3 dan Lore Lindu 309,7 µg/m3.
Berdasarkan pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan hingga Rabu, 21 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB, secara nasional terdeteksi 808 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence, meningkat 190 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang mencatat 618 hotspot.
Enam provinsi prioritas karhutla, jumlah hotspot meningkat dari 172 menjadi 446 titik. Kalimantan Tengah mencatat 198 titik, naik dari 84 titik; Sumatera Selatan 131 titik, naik dari 24 titik; Kalimantan Selatan 52 titik, tetap dibandingkan sehari sebelumnya; Kalimantan Barat 38 titik, naik dari 11 titik; dan Jambi 27 titik, naik dari 1 titik. Sementara Riau tetap nihil hotspot high confidence.
Perkembangan tersebut menunjukkan peningkatan paling menonjol terjadi di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.



