Darilaut – Farhan, pilot pesawat terbang tanpa awak (drone) baru saja menyelesaikan pengambilan gambar pengunjung wisata yang menggunakan perahu transparan berinteraksi dengan hiu paus.
Seiring dengan penggunaan perahu transparan, bukan hanya meningkatkan jumlah pengunjung, operator drone di lokasi wisata hiu paus di perairan Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, bertambah.
Pilot drone ini kebanyakan generasi muda Botubarani seperti Farhan. Mereka belajar secara otodidak dan secara bergantian melayani pengunjung yang mengambil paket perahu transparan dan drone.
Selain Farhan, warga Botubarani lainnya, seperti Arfan Ali bertindak sebagai pilot drone. Secara bergiliran operator pesawat tanpa awak mengambil gambar aktivitas pengunjung yang menggunakan perahu transparan.
Pada Sabtu (6/7) pagi hingga pukul 15.00 Wita sebanyak 106 pengunjung memilih paket perahu transparan dan drone. Di pangkalan 3 operator menerbangkan 48 drone dan pangkalan 4 sebanyak 58 drone.
Untuk paket tersebut, terdapat perahu pemandu wisata yang mendampingi selama berinterakasi dengan hiu paus.
Bukan itu saja, setiap kali ada yang menggunakan perahu transparan di zona interaksi hiu paus, ada perahu pemandu yang beraktivitas secara bergantian.
Selain itu, terdapat pula wisatawan yang hanya ingin melihat hiu paus dengan menggunakan perahu nelayan. Di perahu ini terlihat berbagai iklan merek yang ada di badan perahu dan bagian atap pelindung.
Darilaut.id mencatat iklan tersebut dari berbagai merek seperti Telkomsel (Dibawa Rileks Aja), sebuah perusahaan operator telekomunikasi digital terbesar di Indonesia: IM3 (Sinyal IM3 kuat, luas dan stabil) layanan seluler yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT Indosat Ooredoo Hutchison; Tri (lebih hemat, sinyak cepat); dan Smartfren Xlsmart, perusahaan gabungan antara XL Axiata dan Smartfren.
Kemudian BRI, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) sebuah BUMN; Jamkrindo a member of IFG, perusahaan BUMN untuk penjaminan kredit terbesar di Indonesia; JNE Express; dan perguruan tinggi Universitas Terbuka.
Menurut Ketua kelompok pengelola wisata hiu paus pangkalan 4 Desa Botubarani, Arfan Napu, merek-merek yang ada di perahu yang membawa pengunjung melihat hiu paus itu belum diatur dalam peraturan desa.
”Kami akan membahas ini,” kata Arfan Napu.
Pembahasan akan dilakukan bersama warga Botubarani, Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas Perikanan (Pokmaswas) dan ketua Konservasi Orca Botubarani, Olis Latief, dan Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Minat Khusus Hiu Paus Desa Botubarani, Wahab Matoka.
”Ada juga yang memasang merek di pinggir pantai belum jelas (komitmennya),” ujar Olis.
Ahli desain komunikasi visual Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Dr. Noval Sufriyanto Talani, mengatakan, iklan-iklan perusahaan ternama tersebut bukan hanya sekadar untuk promosi. Akan tetapi membentuk kekuatan merek, yang pada akhirnya, secara tidak disadari konsumen telah membangun legalitas terhadap brand tersebut.
iklan berbagai perusahaan di perahu nelayan yang digunakan untuk membawa wisatawan, telah memanfaatkan kepopuleran hiu paus di Botubarani, kata Noval. (VM)
Artikel Selanjutnya “Perang” Iklan di Lokasi Wisata Hiu Paus Gorontalo
