Darilaut – Sejumlah peneliti Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengkaji implementasi Makan Bergizi Gratis (MBG).
Meski menjanjikan, implementasi MBG di lapangan tidak luput dari berbagai kendala. Kajian ilmiah menunjukkan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada kualitas tata kelola.
Kajian dengan judul ”Implementation of the Free Nutritious Meal Program in Schools: A Systematic Literature Review of Success and Failure Factors” ini ditulis Sulaiman Putra Nagaring, Sitty Fadhilla Fitrianty Lahay, Riska Nuryana, Novia Martin, Ryskina Fatimah Siregar.
Hasil kajian ini telah diterbitkan di Jambura Medical and Health Science Journal, Vol.5 No.1 (February 2026).
Masalah gizi anak masih menjadi pekerjaan rumah besar bangsa Indonesia. Meski prevalensi stunting nasional menunjukkan tren penurunan, angkanya masih berada di atas ambang batas yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Di balik statistik tersebut, terdapat realitas yang lebih mengkhawatirkan: jutaan anak sekolah masih belajar dalam kondisi lapar, dengan konsentrasi dan daya serap yang terganggu.
Dalam konteks inilah Program MBG tidak hanya menyasar pemenuhan gizi anak sekolah, tetapi juga membawa misi besar membangun kualitas sumber daya manusia menuju Generasi Emas 2045.




