Beredar Video 3 Orang Berdiri di Punggung Paus di Perairan Raja Ampat

Rekaman video tiga orang sedang berdiri di punggung paus saat melintas di perairan dekat Pulau Misool, Raja Ampat, Papua. GAMBAR: @juliano19/Tiktok

Darilaut – Seekor paus sedang berenang, menyusur dan melintasi perairan dekat Pulau Misool, Raja Ampat, Papua. 

Dalam rekaman video yang diunggah akun Tiktok @juliano19_, paus tersebut disebutkan sudah sering muncul di perairan tersebut. 

Individu paus yang belum diketahui jenisnya dan berukuran besar tersebut terekam dalam video berdurasi 2 menit 10 detik.

Tampak di punggung paus dua orang berdiri dan seorang sedang duduk. Kemudian, tiga orang tersebut bediri di punggung paus.

Menurut peneliti kelautan lebih khusus mamalia laut/paus orca, Verrianto Madjowa, tindakan duduk dan berdiri di atas punggung paus tidak benar.

”Meskipun paus ini jinak, tubuhnya bukan tempat bermain manusia. ini satwa liar, bukan mainan,” kata Verri, Kamis (20/6).

Rekaman video tiga orang sedang duduk dan berdiri di punggung paus saat melintas di perairan dekat Pulau Misool, Raja Ampat, Papua. GAMBAR: @juliano19/Tiktok

Verri mengatakan Raja Ampat yang disebut-sebut dalam video tersebut adalah contoh konservasi laut yang berhasil di Indonesia, akan tetapi yang dipertontonkan dan divideokan ini tidak benar. Tidak menunjukkan Raja Ampat sebagai kawan konservasi yang berhasil.

Menurut Verri, tindakan seperti ini menunjukkan upaya konservasi di Raja Ampat belum maksimal.

”Mendekati saja paus tersebut atau kontak fisik dan bersentuhan harus dihindari,” ujarnya.

Paus adalah mamalia laut yang dilindungi di Indonesia dan global, satwa liar ini tidak bisa diperlakukan seperti itu.

”Tidak boleh berdiri dan duduk di atas punggung paus,” kata Verri.

Catatan Darilaut, pada Agustus 2018, di Teluk Cendrawasih, Papua,  beredar video penyelam menunggangi hiu paus. Dalam video singkat yang viral tahun lalu, terdapat enam penyelam. Seorang penyelam menunggangi di atas kepala hiu paus, satu orang memegang di bagian sirip dan satu lagi di bagian ekor. (Sulis Dwi Fadjar Baeda)

Exit mobile version