Bibit Siklon Tropis 90S Dapat Berdampak Hujan di Jawa Barat dan Gelombang Laut di Samudra Hindia

Ilustrasi bibit siklon tropis. GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut – Bibit Siklon Tropis 90S (Tropical Low 28U) saat ini terletak di Selatan Jawa Barat, pada Selasa (3/3).

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan 90S dapat memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan wilayah perairan di Indonesia dalam 24 jam ke depan hingga tanggal 3 Maret 2026 pukul 07.00 WIB.

Dampak tersebut berupa hujan sedang hingga lebat di wilayah Lampung, Banten, dan Jawa Barat. Tinggi gelombang kategori sedang (1,25 – 2,5 m) di Samudra Hindia Barat Bengkulu.

Tinggi gelombang kategori tinggi (2,5 – 4,0 m) di Samudra Hindia Barat Lampung, dan Samudra Hindia Selatan Jawa hingga NTT, kata BMKG.

Berdasarkan prediksi BMKG, dalam 24 – 48 jam ke depan intensitas bibit 90S diprakirakan persisten dengan kecepatan angin di sekitar sistem masih 15-20 knot, dengan pergerakan perlahan ke arah timur.

Sementara dalam 48 – 72 jam ke depan, menurut BMKG, bibit 90S diprakirakan akan berinteraksi dengan sistem lain yang berpotensi tumbuh di dekat perairan Australia bagian utara atau selatan Nusa Tenggara yang dapat menyebabkan penguatan sistem (kecepatan angin maksimum mencapai 25 knot) dengan pergerakan yang masih cenderung ke arah timur.

Secara umum, potensi bibit 90S menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan dalam kategori peluang rendah, sementara dalam 48 – 72 jam dalam kategori peluang sedang, menurut BMKG.

Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) mengatakan 90S saat ini terletak di dekat Pulau Christmas di Samudra Hindia. Sistem ini memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan.

Kecepatan angin permukaan maksimum yang berkelanjutan sekitar 35–45 km per jam (18–23 knot).

Tekanan permukaan laut minimum diperkirakan mendekati 1005 hPa (hektopaskal), kata BMKG.

Citra inframerah menunjukkan sirkulasi tingkat rendah yang kompak yang ditutupi oleh konveksi yang melebar.

Analisis JTWC menunjukkan kondisi yang cukup menguntungkan untuk perkembangan dengan suhu permukaan laut yang hangat (28 hingga 29°C) dan aliran keluar tingkat atas barat daya yang moderat, yang kontras dengan geser angin yang sangat tinggi (30 hingga 40 knot).

Namun, analisis geser CIMSS mungkin terlalu tinggi, berdasarkan tampilan struktural keseluruhan dalam citra inframerah.

Model prakiraan menunjukkan intensifikasi 90S (28U) dalam 2 hari ke depan, model ensemble juga menunjukkan perkembangan yang stabil dan jalur timur 90S selama 2 hingga 3 hari ke depan, kata JTWC.

Menurut Biro Meteorologi (Bureau of Meteorology – BOM) Australia, tekanan tropis 28U terletak di dekat Pulau Christmas diperkirakan akan bergerak ke timur.

28U memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis mulai Selasa sore, meningkat menjadi sedang pada Rabu sore dan Kamis.

Di akhir pekan, menurut Biro Meteorologi, 28U akan terpengaruh oleh perkembangan dan pergerakan tekanan rendah tropis 30U, dan diperkirakan akan mulai melemah saat bergerak ke arah tenggara mulai Kamis dan seterusnya.

Exit mobile version