Darilaut – Bibit Siklon Tropis 90S (Tropical Low 28U) saat ini berada di selatan Pulau Enggano, Bengkulu, Samudra Hindia, pada Minggu (1/3). Sistem ini dapat membawa hujan di Bengkulu, Lampung dan Banten.
90S terletak 550 km Selatan Pulau Enggano, 657 km barat daya Bandar Lampung atau 375 km barat Pulau Christmas Australia.
Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) mengatakan 90S (28U) saat ini berada di dekat Pulau Christmas.
Sistem ini memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan.
Bibit 90S mengemas kecepatan angin permukaan maksimum yang berkelanjutan sekitar 30 km per jam (15 knot).
Tekanan permukaan laut minimum diperkirakan mendekati 1005 hPa (hektopaskal), kata JTWC.
Menurut Biro Meteorologi (Bureau of Meteorology – BOM) Australia, 28U berada di sebelah barat Pulau Christmas.
Sistem ini memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis mulai hari Senin (2/3), namun diperkirakan meningkat menjadi Sedang mulai hari Rabu (4/3).
Biro Meteorologi mengimbau warga di Pulau Christmas harus selalu mengikuti perkembangan prakiraan cuaca terbaru.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan Bibit Siklon Tropis 90S terbentuk pada tanggal 27 Februari 2026 pukul 19.00 WIB di dalam wilayah monitoring Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta.
Bibit Siklon Tropis 90S memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan wilayah perairan di Indonesia dalam 24 jam ke depan hingga tanggal 2 Maret 2026 pukul 07.00 WIB.
Dampak tersebut menurut BMKG berupa hujan sedang hingga lebat di wilayah Bengkulu, Lampung, dan Banten.
Sementara tinggi gelombang kategori sedang (1,25–2,5 m) di Samudra Hindia Barat Lampung, Samudra Hindia Selatan Jawa, dan Selat Sunda bagian selatan.
Prediksi BMKG, dalam 24-48 jam ke depan intensitas bibit 90S diprakirakan persisten dengan kecepatan angin di sekitar sistem masih 15-20 knot, dengan pergerakan perlahan ke arah timur.
Dalam 72 jam ke depan, bibit 90S diprakirakan akan berinteraksi dengan sistem lain yang berpotensi tumbuh di dekat perairan Australia bagian utara atau selatan Nusa Tenggara yang dapat menyebabkan penguatan sistem dengan pergerakan yang masih cenderung ke arah timur.
Secara umum, kata BMKG, potensi bibit 90S menjadi siklon tropis dalam 24–48 jam ke depan dalam kategori peluang rendah, sementara dalam 72 jam dalam kategori peluang sedang.
Analisis BMKG hari ini, kecepatan angin maksimum yang terpantau saat ini 15 knot (27 km per jam) dengan tekanan udara minimum 1005 hPa.
Analisis satelit dalam 12 jam terakhir menunjukkan aktivitas konvektif yang masih tergolong fluktuatif, sempat terbentuk deep convection pada dini hari, kemudian mengalami penurunan pada Minggu pagi.
Aktivitas konvektif terutama di barat sistem, sementara aktivitas konvektif lainnya juga terpantau di timur laut sistem dan meluas hingga selatan Banten dan Jawa Barat akibat terbentuknya wilayah belokan angin dampak dari sirkulasi lemah 90S, kata BMKG.
Analisis angin per lapis menunjukkan sirkulasi lemah yang masih melebar di lapisan permukaan hingga lapisan menengah (500 hPa) dengan kecepatan angin maksimum di lapisan permukaan sekitar 15 knot di sebagian tenggara dan timur laut sistem.
Pusat sirkulasi pada lapisan 850-500 mb terpantau berada lebih ke arah timur jika dibandingkan dengan lapisan di bawahnya, namun tidak terlalu jauh perbedaannya.
Bibit Siklon Tropis 90S didukung oleh kondisi lingkungan sebagai berikut: aktifnya gelombang atmosfer (Kelvin, Low Frequency, dan MJO), suhu muka laut yang hangat 28 – 30°C, kelembapan udara yang basah pada lapisan permukaan hingga 850 mb, serta vortisitas yang mendukung meski belum menunjukkan penguatan dalam 24 jam terakhir.
Sementara itu terpantau kondisi lingkungan yang kurang mendukung, di antaranya divergensi lapisan atas rendah – sedang (10-20 knot), vertical wind shear dalam kategori sedang-kuat (20-30 knot), adanya peluang intrusi udara kering pada lapisan menengah, dan belum adanya suplai angin yang signifikan ke dalam sistem, menurut BMKG.
