Darilaut – Bibit Siklon Tropis 91W dapat membawa angin kencang dan gelombang laut di Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.
Bibit 91W saat ini terletak sekira 632 km timur laut Kepulauan Talaud. Sistem ini memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di wilayah Indonesia dalam 24 Jam hingga 15 Januari 2026 pukul 07.00 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca berupa angin kencang di KepulauanSangihe – Talaud.
Tinggi Gelombang kategori sedang (1,25 – 2,5 m) di Laut Sulawesi Bagian Timur, Perairan Bitung, Perairan Kepulauan Sangihe, dan Laut Maluku.
Tinggi Gelombang kategori tinggi (2,5 – 4,0 m) di perairan Kepulauan Talaud, Laut Maluku bagian utara, perairan Manokwari bagian utara, perairan Raja Ampat bagian utara, perairan Biak bagian utara, perairan Serui, dan Samudra Pasifik utara Maluku hingga utara Papua Barat.
Berdasarkan prediksi BMKG, dalam 24 jam ke depan intensitas sistem ini diprakirakan akan terus meningkat. Hal ini ditandai dengan pola sirkulasi yang semakin tertutup di lapisan permukaan dan menengah serta peningkatan luasan area angin maksimum di sebelah utara sistem dengan kecepatan angin maksimum mencapai 30 – 35 knot dan mencapai kategori siklon tropis.
Bibit 91W diprakirakan akan menjadi siklon tropis kategori 1 pada tanggal 15 Januari 2026 pukul 07.00 WIB dengan pergerakan ke arah barat laut, kata BMKG.
Prediksi 48-72 jam ke depan sistem diprediksi akan terus meningkat secara perlahan yang ditandai dengan peningkatan kecepatan angin maksimum mencapai 35 – 40 knot terutama kuadran utara, timur dan selatan sistem dengan arah gerak ke barat laut.
Secara umum, menurut BMKG, potensi Bibit Siklon Tropis 91W untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 – 72 jam ke depan dalam kategori Tinggi.
Bibit 91W berada di dekat Palau berpeluang sedang (medium) untuk menjadi siklon tropis.
Sistem ini memiliki peluang sedang untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan, kata Joint Typhoon Warning Center (JTWC).
Kecepatan angin permukaan maksimum yang berkelanjutan sekitar 20–35 km per jam (12–18 knot).
Tekanan permukaan laut minimum diperkirakan mendekati 1003 hPa (hektopaskal), kata JTWC.
