Darilaut – Dalam seminggu, sejak gempa bumi lepas pantai Sarangani berkekuatan magnitudo 7,8 pada Senin (8/6) pagi terus menghasilkan gempa susulan.
Melansir Kantor Berita Filipina, Philippine News Agency (PNA) hingga Senin (15/6), Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) mencatat 6.144 gempa susulan dengan magnitudo berkisar antara 1,2 hingga 6,4.
Setidaknya 1.473 gempa susulan telah terlokalisasi, dan 78 dirasakan, kata Phivolcs.
Setelah gempa berkekuatan 7,8 yang mengguncang sebagian Mindanao pada 8 Juni lalu, deformasi (perubahan bentuk) tanah terlihat di wilayah Sarangani dan General Santos City.
Berdasarkan penilaian udara dan darat, tanah longsor, retakan tegangan, amblesan jalan, dan longsoran batu terlihat di beberapa wilayah di Sarangani, Davao Occidental dan General Santos City, Glan dan Malapatan, Sarangani, sebagian Jalan General Santos dan T’boli, serta beberapa bagian Jalan Pesisir Barat Sarangani-Davao, kata Direktur Phivolcs Teresito Bacolcol.
“Tempat-tempat dengan retakan tegangan mungkin runtuh, terutama saat hujan lebat,” kata Bacolcol sambil menegaskan kembali bahwa warga dan unit pemerintah daerah (LGU) harus didesak untuk mengungsi.
Bacolcol mengatakan bahwa orang-orang dari daerah yang terkena dampak tanah longsor harus memperhatikan imbauan dari LGU, dan waspada terhadap retakan baru atau pergerakan lereng.




