Darilaut – Bibit Siklon Tropis 93S (Tropical Low 30U) makin menguat di dekat Australia Barat, sementara 90S (Tropical Low 28U) telah melemah di selatan Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat (6/3).
Menurut Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) sistem ini memiliki peluang tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan.
Analisis JTWC menunjukkan lingkungan yang sedikit menguntungkan untuk perkembangan dengan aliran keluar tingkat atas yang baik ke arah khatulistiwa, geser angin rendah hingga sedang (15–20 knot), dan suhu permukaan laut yang hangat (29–30°C).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan 93S memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi perairan di Indonesia dalam 24 jam ke depan hingga Kamis 6 Maret 2026.
Dampak tersebut berupa tinggi gelombang kategori Sedang (1,25 – 2,5 m) di Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Bengkulu, Laut Jawa, Laut Bali, Laut Sumbawa, Selat Makassar bagian selatan dan Laut Flores.
Gelombang kategori Tinggi (2,5 – 4 m) di Samudra Hindia barat Lampung hingga Selatan Di Yogyakarta, dan Laut Sawu.
Gelombang laut kategori Sangat Tinggi (4 – 6 m) di Samudra Hindia Selatan Jawa Timur hingga NTT, kata BMKG.
Berdasarkan prediksi BMKG intensitas Bibit Siklon Tropis 93S diprakirakan akan persisten dan bergerak ke arah barat daya.
Secara umum, kata BMKG, potensi Bibit Siklon Tropis 93S menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan dalam kategori peluang sedang.
Biro Meteorologi (Bureau of Meteorology – BOM) Australia mengatakan 30U diperkirakan akan bergerak stabil ke barat dan tetap berada jauh dari pantai.
Kondisi lingkungan beragam untuk perkembangan. Namun, periode angin kencang di selatan dan/atau barat pusat mungkin terjadi hingga Minggu (8/3) pagi.
Peluang 30U berkembang menjadi siklon tropis meningkat menjadi Sedang pada Jumat hingga Minggu.
Sistem ini diperkirakan akan melemah pada awal minggu depan di perairan sebelah barat Australia Barat, kata Biro Meteorologi.
