Darilaut – Bibit Siklon Tropis 95W di dekat di dekat Yap, Mikronesia, Laut Filipina, berkembang menjadi depresi tropis (Tropical Depression), pada Selasa (10/3).
Sistem ini terletak 279 km utara Yap, 629 km timur laut Palau, 736 km barat-barat daya Guam dan 877 km barat daya Kepulauan Mariana Utara.
Menurut Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA) depresi tropis a bergerak labat kea rah utara timur-laut.
Tekanan udara pada pusatnya 1004hPa (hektopaskal), kata JMA.
Sistem ini mengemas kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 15m per detik (30 knot) dan kecepatan angin instan maksimum 23m per detik (45 knot).
JMA memprediksi sistem ini akan menguat menjadi badai tropis (Tropical Storm).
Pusat Peringatan Topan Gabungan atau Joint Typhoon Warning Center (JTWC) mengatakan sistem ini memiliki peluang tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan.
Citra satelit dan pengamatan MetOp-C ASCAT menunjukkan sirkulasi tingkat rendah yang memanjang yang tertanam dalam konveksi yang melebar dengan hamparan angin kencang di sepanjang tepi timur dan barat laut.
Sirkulasi tersebut dianggap terlalu tidak jelas untuk membenarkan penerbitan peringatan saat ini.
Analisis JTWC menunjukkan lingkungan yang sedikit menguntungkan untuk perkembangan dengan aliran keluar tingkat atas ke arah kutub yang moderat, geser angin moderat (15–20 knot), dan suhu permukaan laut yang hangat (28–29°C).
Model deterministik dan ensemble sepakat tentang beberapa tingkat konsolidasi selama 24 jam ke depan sebelum geser angin menjadi kurang menguntungkan untuk perkembangan dalam 1 hingga 2 hari, menurut JTWC.
Bibit Siklon Tropis 95W memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi perairan di Indonesia dalam 24 jam ke depan hingga tanggal 11 Maret 2026 pukul 07.00 WIB, kata Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Dampak tersebut berupa tinggi Gelombang kategori sedang (1,25 – 2,5 m) di perairan Kepulauan Sangihe hingga Talaud dan Laut Maluku. Gelombang kategori tinggi (2,5 – 4 m) di Samudra Pasifik utara Maluku hingga Samudra Pasifik utara Papua.
