Bibit Siklon Tropis 96S Terletak di Selatan Nusa Tenggara, Bawa Gelombang Tinggi di Selat Bali

Ilustrasi bibit siklon tropis. GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut – Bibit siklon tropis 96S (Tropical Low 08U) saat ini terletak di selatan Nusa Tenggara, pada Jumat (26/12).  

Sistem ini membawa gelombang laut tinggi 2,5 – 4,0 m di Selat Bali dan selatan Jawa Timur hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).

Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bibit siklon tropis 96S dalam 24 jam ke depan akan mengalami sedikit penurunan. Hal ini ditandai dengan sirkulasi yang lemah dan semakin melebar.

Selanjutnya, 48 jam ke depan terpantau terdapat peningkatan kecepatan angin maksimum yang mencapai 20 knot di barat daya sistem.

Namun, 72 jam ke depan kecepatan angin maksimum kembali menurun pada semua lapisan, kata BMKG.

Sistem ini di prakirakan akan bergerak ke arah timur 24 jam ke depan menuju ke wilayah dengan wind shear vertical kuat. Kondisi ini dapat menghambat pertumbuhan sistem. Bibit siklon tropis 96S kemudian berbelok ke barat pada 48 – 72 jam ke depan.

Secara umum, potensi Bibit Siklon Tropis 96S untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 – 72 jam ke depan dalam kategori Rendah.

Bibit Siklon Tropis 96S memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi perairan di wilayah Indonesia dalam 24 Jam

Dampak tersebut berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Angin kencang di pesisir selatan Bali hingga Nusa Tenggara Timur.

Tinggi gelombang kategori sedang (1,25 – 2,5 m) di perairan selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah hingga DI Yogyakarta, perairan selatan Pulau Lombok hingga Pulau  Timor, dan Laut Sawu.

Tinggi gelombang kategori tinggi (2,5 – 4,0 m) di wilayah Selat Bali bagian selatan dan Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga NTT.

Menurut Biro Meteorologi Australia (BOM) sistem tekanan rendah tropis (08U) terbentuk jauh di lepas pantai barat laut Kimberley. Peningkatan sistem ini kemungkinan pada awal minggu depan.

Sistem ini, pada awalnya, diperkirakan akan bergerak perlahan ke Selatan, kemudian mengambil jalur tenggara mulai Senin (29/12), berpotensi menuju pantai barat Kimberley atau pantai timur Pilbara, kata BOM.

BOM mengatakan kondisi lingkungan cukup mendukung perkembangan dengan panduan terbaru menunjukkan risiko siklon tropis yang lebih tinggi pada awal minggu depan.

Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) mengatakan 96S saat ini berada di selatan Kepulauan Nusa Tenggara.

Sistem ini memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan.

Bibit 96S mengemas kecepatan angin permukaan maksimum yang berkelanjutan sekitar 35 km per jam (20 knot).

Tekanan permukaan laut minimum diperkirakan mendekati 1003 hPa (hektopaskal), kata JTWC.

Exit mobile version