Bibit Siklon Tropis 97S Berkembang di wilayah Top End Australia, Berdampak Hujan dan Gelombang Tinggi di Indonesia

Ilustrasi bibit siklon tropis. GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut – Bibit Siklon Tropis 97S (Tropical Low 16U) saat ini sedang berkembang di wilayah Top End di utara Northern Territory, Australia, pada Jumat (16/1). Sistem ini memberikan dampak hujan dan gelombang tinggi di perairan Indonesia.

Tekanan tropis (16U) diperkirakan akan terbentuk di dekat ujung barat Top End pada akhir pekan atau awal minggu depan, kata Biro Meteorologi (Bureau of Meteorology – BOM) Australia.

Menurut Biro Meteorologi Australia peluang tinggi terbentuknya siklon tropis di lepas pantai barat laut Australia mulai pertengahan minggu depan.

Setelah terbentuk, 16U akan bergerak ke barat dan dapat berada di dekat atau di lepas pantai barat laut Australia, di mana ada kemungkinan dapat berkembang lebih lanjut, kata Biro Meteorologi.

16U diperkirakan akan terus bergerak ke barat hingga pertengahan minggu depan. Menurut Biro Meteorologi sistem ini risiko rendah menjadi siklon tropis hingga Minggu (18/1) malam, meningkat menjadi risiko sedang mulai Senin (19/1) malam dan peluang tinggi mulai Rabu (21/1).

Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dalam 24 jam ke depan intensitas sistem ini diprakirakan akan persisten dan cenderung meningkat.

Hal ini ditandai dengan pola sirkulasi yang semakin tertutup di lapisan permukaan serta peningkatan kecepatan angin maksimum hingga lebih dari 20 knot (37 km per jam) terutama di sebelah utara pusat sirkulasi dengan pergerakan cenderung stasioner lalu ke arah barat.

Prediksi 48 – 72 jam ke depan sistem diprakirakan melemah seiring pergerakannya masih di wilayah daratan, namun jika dapat mempertahankan sirkulasinya maka akan meningkat seiring pergerakannya memasuki wilayah perairan sebelah barat laut Australia.

Menurut BMKG Bibit Siklon Tropis 97S memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan wilayah perairan di Indonesia.

Dampak hujan sedang – lebat hingga tanggal 17 Januari 2026 pukul 07.00 WIB, dapat terjadi di wilayah Maluku bagian Tenggara dan Papua Selatan.

Tinggi Gelombang kategori sedang (1,25 – 2,5 m) di Laut Sawu dan Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat.

Tinggi Gelombang kategori tinggi (2,5 – 4,0 m) di Laut Banda bagian Selatan, Perairan Kep. Babar & Kep. Tanimbar, Perairan Kep. Kei & Kep. Aru, Perairan Kupang, Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur, dan Laut Arafuru, kata BMKG.

Menurut Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) 97S (16U) saat ini berada di atas wilayah Utara, Australia. Sistem ini memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan.

Kecepatan angin permukaan maksimum yang berkelanjutan sekitar 30 km/jam (15 knot). Tekanan permukaan laut minimum diperkirakan mendekati 999 hPa (hektopaskal), kata JTWC.

Exit mobile version