Bibit Siklon Tropis 98W Berkembang Dekat Natuna, 90B di Aceh

Bibit siklon tropis 98W berkembang dekat Pulau Natuna, Kepulauan Riau, dan bibit 90B berada di dekat Aceh, Samudra Hindia, Jumat (27/1). GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut – Bibit Siklon Tropis 98W sedang berkembang di dekat Pulau Natuna, Laut Natuna Utara, sementara bibit 90B berada di dekat Aceh, Samudra Hindia.

Bibit Siklon Tropis 98W saat ini, Jumat (27/1), terletak di timur Pulau Natuna (Kepulauan Riau), atau utara timur laut Singkawang (Kalimantan Barat) dan utara barat laut Kuching (Malaysia).

Layanan satelit Zoom.earth, Jumat, menginformasikan sistem ini dengan kecepatan angin 35 km per jam dan tekanan permukaan laut 1006 hPa (hektopaskal).

Dalam 24 jam ke depan sistem ini memiliki peluang rendah untuk pembentukan menjadi siklon tropis.

Area cuaca yang terganggu ini sedang diselidiki untuk kemungkinan pengembangan. Belum dikeluarkan peringatan untuk sistem ini.

90B

Bibit siklon tropis 90B berkembang di Samudra Hindia dekat Aceh sejak Rabu (25/1).

Sistem ini memiliki peluang rendah untuk pembentukan menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan.

Bibit 90B dengan kecepatan angin 30 km perjam dan tekanan permukaan laut 1006 hPa.

Menurut Deputi Bidang Meteorologi – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bibit Siklon Tropis 90B yang terpantau berada di Samudra Hindia barat Aceh, dengan kecepatan angin maksimum 15 knot dan tekanan udara 1007mb.

Dalam 24 jam kedepan, memiliki potensi rendah untuk tumbuh menjadi siklon tropis.

Namun sistem ini terpantau membentuk daerah konvergensi memanjang dari Aceh hingga Teluk Benggala bagian tenggara, kata Deputi Bidang Meteorologi.

Sementara Pusat Tekanan Rendah terpantau di Laut China Selatan dan Samudra Hindia selatan NTT yang membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang di Laut China Selatan, dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Utara, dan dari NTB hingga NTT.

Pusat Tekanan Rendah yang berada di Laut China Selatan menginduksi peningkatan kecepatan angin >25 knot (low level jet) dari Laut Filipina hingga Laut China Selatan.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan, kecepatan angin, dan ketinggian gelombang laut di sekitar wilayah bibit siklon tropis, pusat tekanan rendah, konvergensi dan di sepanjang low level jet tersebut.

Exit mobile version