Makassar – Balai Besar Karantina, Pengendalian Mutu, dan Kemanan Hasil Perikanan (BKIPM) Makassar melakukan kegiatan Gelar Edukasi, Peduli dan Cinta Laut atau disingkat Garpu Tala.
Kegiatan yang berkaitan dengan bulan bakti karantina ikan dan mutu tahun 2019 ini dilaksanakan di atas kapal Pinisi Bakti Untuk Negeri.
Kepala BKIPM Makassar Sitti Chadidjah mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk menanamkan kesadaran dan kebanggaan kepada anak-anak bahwa Indonesia kaya akan potensi kelautan dan perikanan serta merupakan bangsa yang besar dengan semangat bahari.
“Kami berjejaring dengan pihak swasta, organisasi profesi dan organisasi lingkungan mengajak seluruh pihak peduli dengan laut. Di kota Makassar, pencemaran plastik juga terjadi dilaut sehingga kegiatan ini juga merupakan salah satu bentuk kampanye public,” kata Sitti.
Dalam memperingati bulan bakti tahun 2019, BKIPM Makassar bekerjasama dengan Yayasan Makassar Skalia, Toyota Kalla Foundation dan DPW Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) Sulawesi Selatan. Kegiatan berlangsung pada Sabtu (6/7) pekan lalu.
Peserta melakukan rangkaian sailing trip dengan mengelilingi pulau-pulau kecil di kawasan Spermonde. Antara lain di pulau Samalona, Barrang Lompo, Laelae, Barrang Caddi dan pulau Kodingareng.
Pengurus Yayasan Makassar Skalia, Dede Sulaiman mengatakan, komitmen dan kepedulian BKIPM Makassar dalam menginisiasi kegiatan edukasi ini sangat dihargai. “Kami memfasilitasi melalui kapal Pinisi ini,” kata Dede.
Di atas kapal Pinisi, sebanyak 25 anak-anak SD dan SMP antusias mengikuti kegiatan tersebut. Para peserta memperoleh pengenalan keindahan bawah laut yang diberikan Marine Science Diving Club (MSDC) Universitas Hasanuddin.
BKIPM Makassar mengenai jenis-jenis ikan yang dilindungi. Yayasan Makassar Skalia memberikan edukasi menjaga laut dari sampah plastik.
Selain edukasi, juga dilakukan pembagian alat tulis sekolah sebagai rangkaian tali kasih dari pelaksanaaan kegiatan yang berlangsung dengan penuh ceria.
Sebagai bangsa maritim, laut merupakan kepentingan nasional yang harus dilindungi oleh negara. Melalui Nawacita, presiden Joko Widodo berupaya menjadikan laut sebagai masa depan bangsa.
Lahirnya kesadaran baru ini diimplementasikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dipimpin oleh Menteri Susi Pudjiastuti melalui program tiga pilar utama pembangunan yaitu kedaulatan, keberlanjutan, dan kesejahteraan. Pilar tersebut dipilih berdasarkan pemahaman utuh dan menyeluruh pada aspek makro, mikro, sumber daya dan anggaran yang ada.*
