BMKG Terus Menambah Peralatan di Labuan Bajo dan Pulau Komodo

Labuan bajo

Labuan Bajo. FOTO: IRDHAM AWIE

Darilaut – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terus menambah peralatan untuk menunjang Pariwisata di Labuan Bajo dan Pulau Komodo.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, seluruh peralatan yang terpasang sangat vital untuk memperkuat Sistem Pemantauan dan Peringatan Dini Multi Bahaya Geo-hidrometeorologi (gempabumi, tsunami, gelombang tinggi dan cuaca ekstrem), sehingga potensi bencana geohydrometeorologi dapat dimitigasi secara tepat dan lebih dini.

Peralatan tersebut antara lain, Radar Meteorologi Maritim, Automatic Weather Observing System (AWOS) dan Sensor Seismic (Seismograph). Radar Meteorologi Maritim terpasang sejak tahun 2018. Alat ini berfungsi untuk mendeteksi arus dan ketinggian gelombang ataupun tsunami yang berpotensi terjadi di sekitar Pelabuhan Labuan Bajo.

Peralatan AWOS untuk memberikan informasi cuaca terkait take off dan landing pesawat di Bandar Udara Komodo. Alat ini terpasang sejak tahun 2015. Kemudian Sensor Seismic untuk memberikan informasi terkait gempabumi dan tsunami, terpasang sejak tahun 2019.

Selain penyiapan peralatan monitoring dan sistem peringatan dini, penguatan pemahaman terhadap cuaca dan iklim serta potensi bahayanya, juga dilakukan melalui program sosialisasi bagi para nelayan dan pemilik kapal-kapal wisata. Hal ini agar lebih memahami terhadap fenomena cuaca dan iklim yang dapat mempengaruhi aktivitas mereka di laut.

Labuan Bajo dan Pulau Komodo dikenal dengan wisata Taman Nasional Komodo yang merupakan taman yang didapuk oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sebagai situs warisan dunia pada tahun 1991.

Sejak 1997, Stasiun Meteorologi BMKG Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, mulai mengoperasikan layanan informasi cuaca untuk penerbangan, pelayaran dan publik di daerah tersebut serta untuk Wilayah NTT.

Selanjutnya, tahun 2008, telah dikembangkan pula sistem pemantauan gempabumi dan peringatan dini tsunami di daerah tersebut.

Saat ini, dalam upaya menunjang pengembangan pariwisata di Labuan Bajo dan Pulau Komodo, BMKG telah meningkatkan kualitas fasilitas alat pemantau cuaca dengan teknologi digital otomatis, serta merapatkan jaringan peralatan dan sistem digital pemantauan gempabumi dan peringatan dini tsunami.

“Dengan ini kami menginformasikan bahwa, BMKG siap mengamankan program pengembangan pariwisata di Labuan Bajo dan Pulau Komodo, dengan menguatkan sistem pemantauan dan peringatan dini multi bahaya geo-hidro meteorologi,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Komodo Manggarai Barat, Sti Nenot’ek.*

Exit mobile version