BRIN dan TNI Angkatan Laut Uji Hidrodinamika Kapal Patroli

Pengujian hidrodinamika kapal patroli. FOTO: BRIN

Darilaut – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan TNI Angkatan Laut melakukan pengujian hidrodinamika kapal patroli atau Offshore Patrol Vessel (OPV).

Pengujian kapal OPV 90 berlangsung di Laboratorium Teknologi Hidrodinamika BRIN, Jumat (11/3).

Kapal Patroli ini nantinya akan digunakan untuk mengawasi perairan di Indonesia dan memperkuat Alutsista di jajaran TNI Angkatan Laut.

Uji demo pengujian seakeeping dan manuvering dilakukan di kolam MOB (Manauvering Ocean Basin), kemudian dilanjutkan dengan diskusi mengenai berbagai hasil uji model OPV.

Pengujian seakeeping adalah pengujian model kapal yang bertujuan untuk mendapatkan data mengenai kemampuan olah gerak kapal atau bangunan apung lainnya ketika menghadapi gelombang laut dari berbagai arah.

Pengujian manuver model kapal bertujuan untuk mendapatkan data diameter kapal pada saat berputar. Pengujian manuver ini dilakukan di kolam uji Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika (PRTH).

Kepala Kantor BRIN Kawasan Surabaya, Muryadin, mengatakan, berbagai hasil pengujian model kapal OPV seperti uji resistance, self propulsion, seakeeping dan manuvering.

Uji resistansi adalah gaya yang terbebankan pada kapal pada saat bergerak ke arah depan dengan kecepatan tertentu.

Menurut Muryadin uji dilakukan pada kecepatan 14-31, setelah pengujian kemudian dilakukan proses ekstrapolasi sehingga didapatkan data uji terukur dan hasil dari ekstrapolasi.

Selain itu, terdapat performance prediction yang menjadi perpaduan antara pengujian resistansi dan propulsion untuk mendapatkan hasil analisa kebutuhan besaran kecepatan dari mesin yang akan dipasang di kapal tersebut.

Muryadin mengatakan, hasil dari performance prediction akan diminta oleh propeler group untuk menentukan properties dan desain dari propeler yang digunakan.

“Antara hasil tes dan saat uji coba akurasinya sekitar 3 persen, hasil-hasil yang dicapai sudah sesuai dengan standar, sedangkan untuk yang numerik akurasinya bisa sampai 5-10 persen,” kata Muryadin.

Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama Agus Karminto, mengatakan berbagai permasalahan yang dihadapi dalam perencanaan desain kapal. Karena itu, BRIN ditunjuk untuk perencanaan desain kapal yang akan dibuat.

“Kami berharap Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika BRIN bisa membantu permasalahan desain kapal selama ini, dan selanjutnya kita bisa agendakan pertemuan untuk mendetailkan rencana kerja sama,” ujar Agus.

Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika BRIN menerima kunjungan Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI Angkatan Laut.

Kunjungan tersebut dalam rangka menindaklanjuti kerja sama dalam pembuatan kapal patroli.

Exit mobile version