BRIN – OceanX Berhasil Merekam Struktur Komunitas Gunung Bawah Laut Sulawesi Utara

Merekam struktur bawah laut Sulawesi Utara. GAMBAR: BRIN/YOUTUBE

Darilaut – Eksplorasi Laut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama OceanX berhasil merekam struktur komunitas gunung bawah laut (seamount) Sulawesi Utara. Ekspedisi ini juga mengidentifikasi 14 spesies megafauna.

Selama 19 hari, dari tanggal 5-24 Januari 2026, tim melaksanakan ekspedisi untuk tahap akhir penelitian laut melalui “OCEANX–BRIN Collaborative Deep-sea Research and Capacity Building Program 2025 – Mission Leg 2”.

Hari ini tim berlayar di laut utara Sulawesi Utara menuju Pelabuhan Bitung hingga 24 Januari 2026.

Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN sekaligus Lead Scientist ekspedisi ini, Pipit Pitriana, mengatakan ekspedisi tersebut memperkaya data biodiversitas perairan Sulawesi Utara sebagai dasar rekomendasi kebijakan konservasi.

Melansir Brin.go.id, ekspedisi ini didukung hadirnya dua unit kapal selam berawak (submersible) yang memiliki peran spesifik berbeda.

“Nadir yang difokuskan untuk mendukung aspek media dan dokumentasi visual, dan Neptune yang lebih diarahkan untuk saintifik,” ujar Ilham, peneliti dari Indo Ocean Foundation.

Kehidupan biota laut Sulawesi Utara. GAMBAR: BRIN/YOUTUBE

Nadir digunakan untuk merekam struktur komunitas di gunung bawah laut Sulawesi Utara melalui metode video transect.

Neptune dilengkapi dengan Niskin bottle untuk mengoleksi sampel air, lengan robotik yang mampu mengambil sampel biota laut, dan bio box untuk menjaga spesimen selama perjalanan naik ke permukaan untuk dianalisis lebih lanjut di laboratorium kapal.

Wakil Kepala BRIN, Amarulla Oktavian, mengapresiasi kegiatan ekspedisi ini dan berharap para periset mencatat dengan detail fasilitas di OceanX untuk menjadi referensi pengembangan kapal riset BRIN di masa depan.

“Saya berharap hasil penelitian ini terdokumentasi dengan baik dan semua sampel disimpan di repositori ilmiah nasional sesuai aturan. Kita akan melanjutkan penelitian ini menggunakan kapal penelitian kita sendiri dengan peralatan standar yang tidak boleh kalah canggih,” kata Amarulla.

Biota laut di perairan Sulawesi Utara. GAMBAR: BRIN/YOUTUBE

Megafauna

Peneliti mamalia laut, Pusat Riset Sistem Biota BRIN, Sekar Mira, menjelaskan bahwa riset ini menemukan jenis-jenis mamalia laut melalui pantauan udara menggunakan helikopter kapal, seperti paus sperma (sperm whales) dan paus berparuh (beaked whales).

Bahkan, kata Sekar, tim  menjumpai Indopacetus pacificus  yang jika terkonfirmasi akan menjadi catatan baru bagi daftar biodiversitas di perairan Indonesia.

ROV Program Lead OceanX, Andrew Craig, melaporkan langsung dari kapal penelitian canggih OceanXplorer, bahwa penelitian ini mengidentifikasi 14 spesies megafauna selama misi berlangsung.

“Temuan ini terdiri dari 10 spesies mamalia laut, 2 spesies hiu, dan 2 spesies penyu,” ujar Andrew.

Mamalia laut di perairan Sulawesi Utara. GAMBAR: BRIN/YOUTUBE

Selain menggunakan helikopter, temuan ini didapatkan juga melalui metode revolusioner menggunakan teknologi environmental DNA (eDNA) metabarcoding.

Metode ini memungkinkan ilmuwan mendeteksi keberadaan paus dan megafauna lainnya hanya melalui residu genetik yang tertinggal di air, tanpa perlu kontak fisik yang mengganggu hewan tersebut.

“Kira-kira kalau bisa cerita cepat, kita, tuhkayak lagi berburu paus tanpa membunuh paus, whaling tanpa harpoon,” kata Peneliti Pusat Riset Zoologi Terapan BRIN, Andhika Prima Prasetyo.

Kapal penelitian. GAMBAR: BRIN/YOUTUBE

Harapannya, kata Andhika, kita bisa mempelajari distribusinya, tidak hanya horizontal tapi juga secara vertikal.

Direktur Pengelola Armada Kapal Riset BRIN, Nugroho Dwi Hananto, mengatakan, leg kedua berfokus pada biodiversitas (keanekaragaman hayati), oseanografi, dan juga pengamatan laut, serta fish aggregating device (FAD) atau yang lebih kita kenal rumpon.

Exit mobile version