Cara Aman Kembali Bekerja di Masa Pandemi Virus Corona

FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Bekerja kembali bagi pegawai pada saat pandemi virus corona penyebab penyakit Covid-19 merupakan hal yang dilematis. Beraktivitas kembali demi melaksanakan tugas, tetapi harus berhadapan dengan segala kemungkinan dengan adanya virus yang kasat mata.

Untuk itu, harus ada upaya yang dilakukan ketika pegawai harus melakukan aktivitasnya di kantor dengan melakukan protokol kesehatan yang dianjurkan para ahli guna memutus mata rantai penularan Covid-19. Upaya yg bisa dilakukan adalah bekerja dengan aman sebagai bentuk mengecilkan atau menurunkan risiko kita terkena infeksi.

Menurut Biosafety Officer BSL3 Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dr Ratih Asmana Ningrum, penularan dapat terjadi melalui kontak langsung maupun tidak langsung. Lingkungan yang harus sangat kita waspadai adalah fasilitas umum yang tidak kita ketahui terdapat virus atau tidak.

Melalui Webinar Talk To Scientists “Bekerja di Masa Pandemi Versi LIPI”, Jumat (29/5), yang diikuti oleh 239 peserta, Ratih mengatakan, kita harus menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dengan baik dan benar. APD yang utama dan paling penting dapat kita pergunakan adalah yang sesuai dengan lingkungan di mana kita bekerja.

Menurut Ratih, APD berbeda-beda tergantung risiko di lingkungan sekitar, lingkungan kerja risiko tinggi yaitu kamar bedah, ruang rawat pasien. Kemudian lingkungan dengan risiko sedang, yaitu laboratorium uji dan yang terakhir lingkungan dengan risiko rendah contohnya kantor.

APD untuk lingkungan dengan risiko rendah misalnya di perkantoran dapat memakai APD Umum yaitu masker dan googles (kacamata) atau memakai Face shield. Yang penting dapat melindungi mata, hidung dan mulut dari droplet dan tempelan virus, serta menghindarkan tangan secara tanpa disadari menyentuh bagian tubuh tersebut.

Ratih mengatakan, untuk mengenali musuhmu tapi jangan sayangi (Virus SARScov-2), selalu menganggap orang lain dan diri sendiri berpotensi menyebarkan virus. Upaya yang dilakukan hanya menurunkan risiko bukan menghilangkan, karena risiko akan selalu ada dan selalu patuh menjalankan peraturan yang ada.

Sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19, LIPI mengerahkan para peneliti untuk mengembangkan teknologi dan menciptakan alat yang dapat dimanfaatkan oleh perkantoran dan masyarakat umum. Hasil penelitian ini terkait dengan Gugus Tugas Riset dan Inovasi Penanganan Covid-19.

Diantaranya pemanfaatan Ozone Nanomist. Ozone nanomist ini merupakan disinfektan yang berupa butiran uap air yang mengandung Ozone nanobubble water, kemudian akan menangkap dan mematikan virus (termasuk Corona) dan bakteri yang berterbangan di udara dan yang ada di permukaan.

Menurut peneliti LIPI Dr Anto Tri Sugiarto, Ozone Nanomist mempunyai keunggulan, yaitu efektif membunuh virus dan bakteri, tidak menggunakan bahan kimia, tidak meninggalkan residu dan yang paling penting aman untuk tubuh.

Anto mengatakan, Ozone Nanomist dapat dimanfaatkan di perkantoran, sekarang sudah terpasang di beberapa perkantoran, salah satunya di kantor LIPI Jakarta, dan juga akan terpasang di Trans Jakarta, MRT Jakarta, dan Kereta Commuter Indonesia.

Selain tubuh manusia yang harus terbebas dari virus, benda-benda yang ada di sekitar harus terbebas dari virus. Teknologi yang dapat digunakan adalah alat dengan nama Si-SUSan (Simple Smart UVC Sanitizer) yaitu alat strelisasi ruangan portable dengan menggunakan sinar UVC.

Peneliti Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi LIPI, Dr Yusuf Nur Wijayanto, mengatakan, Si-SUSan memancarkan sinar UVC untuk menyinari langsung permukaan benda diruangan, serta dapat diatur sesuai target virus yang dibasmi.

Si-SUSan mempunyai spesifikasi yang sedehana dan cerdas. Aplikasinya untuk ruangan atau kabin. Target penggunanya untuk middle-low user misalnya klinik atau puskesmas, bahkan rumah tangga juga bisa pakai alat ini.*

Exit mobile version