Darilaut – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 membuka pendaftaran untuk para relawan Covid-19 di seluruh Indonesia. Pendafataran yang dibukan sejak Rabu (25/3) dapat diakses langsung melalui sub domain situs bnpb.go.id:
http://deskrelawanpb.bnpb.go.id/covid-19/
Setelah masuk, yang berminat sebagai relawan melakukan klik “Daftar”. Akan muncul Pendaftaran Relawan Covid-19.
“Gugus Tugas Covid-19 mengajak masyarakat seluruh Indonesia untuk bergotong royong dalam menghadapi masalah bangsa berkaitan penanganan Covid-19. Mari kita berkolaborasi dan berkontribusi untuk bangsa dan kemanusiaan menjadi relawan dalam tugas menangani pandemik Covid-19.
- Bersedia untuk melakukan secara sukarela.
- Bersedia menerima pelatihan untuk menghadapi Pandemi Covid-19.
- Bersedia bekerja dalam system shifting sesuai dengan standar Gugus Tugas Covid-19.
Relawan mengisi alamat email, Nama Lengkap, Tanggal Lahir, Jenis Kelamin (Laki-laki/Perempuan). Kemudian nomor telepon seluler atau WhatsApp (WA) yang aktif. Selanjutnya, organisasi/afiliasi, Jika tidak berafiliasi/bergerak atas inisiatif pribadi, isilah dengan Individu.
Deksrelawan adalah platfrom digital nasional diinisiasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Didukung oleh Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI), UNOCHA, Save The Children Indonesia, PREDIKT, RedR dan Perkumpulan Openstreetmap Indonesia (POI).
Mekanisme kerja situs adalah Pemetaan Partisipatif (Crowd-Mapping) dengan prinsip dari, oleh, dan untuk kita. Sumber informasi akan diverifikasi terlebih dahulu oleh administrator. Kontributor bertanggung jawab penuh terhadap keakuratan data dan informasi yang disampaikan.
Tujuan deksrelawan untuk membantu distribusi SDM relawan kepada organisasi-organisasi dan lembaga-lembaga yang membutuhkan.
Kepala BNPB sekaligus Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Letjen Doni Monardo mengatakan, tim relawan berperan penting dalam mengatasi wabah virus corona jenis baru tersebut.
“Tim relawan penting bagi kami hari ini karena konsepsi dalam penanganan wabah Covid-19 ini pemerintah tidak mungkin berdiri sendiri,” kata Doni di Gedung BNPB Jakarta, Rabu (25/3).*
