Riset ini menemukan cara mudah dan murah untuk mendapatkan senyawa xanthorrhizol dari temulawak.
“Xantis sudah digunakan untuk pemakaian internal masyarakat ITB saja dan masih dilakukan pengembangan produk ini dan sedang diupayakan dilakukan pendaftaran izin edar agar bisa digunakan lebih luas oleh masyarakat, terutama pada masa-masa kritis kasus corona saat ini,” ujar Elfahmi.
Riset berkelanjutan untuk mengembangkan hand sanitizer terus dilakukan. Namun, untuk sampai dijual ke pasar, perlu dilakukan komunikasi bersama dengan Kementerian Kesehatan untuk bekerja sama, serta dengan industri yang mempunyai sertifikat produksi antiseptik.
Sebab hal tersebut yang menjadi syarat legal untuk produk hand sanitizer sehingga dapat diedarkan di kalangan umum.
Karena kondisi pandemi virus corona, Covid-19, ditambah semakin minimnya stok hand sanitizer di toko-toko, masyarakat belajar membuat sendiri di rumah karena mudah.*





Komentar tentang post