Darilaut – Untuk mencegah penyebaran penyakit virus corona, covid-19, siapa pun yang memasuki Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau, baik melalui laut maupun udara, diperiksa kesehatannya dan melalui sanitasi oleh petugas tanpa kecuali.
Selanjutnya, melakukan karantina mandiri selama 14 hari. Hal ini untuk mengantisipasi adanya virus corona, covid-19, yang terbawa dari luar Natuna.
“Kepada masyarakat luas, diharapkan kesadarannya untuk menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan, mencuci tangan sesering mungkin menggunakan sabun. Kemudian, menjaga jarak aman, tidak berkerumun dan memakai masker bagi yang menderita batuk, pilek atau sedang tidak enak badan,” ujar Bupati Kabupaten Natuna Abdul Hamid Rizal, melalui siaran pers, Kamis (26/3).
Upaya pencegahan lainnya yang diharapkan bisa efektif, menurut Bupati, adalah kebijakan untuk bekerja dari rumah bagi ASN dan belajar di rumah bagi para pelajar. Selanjutnya, membatasi diri untuk tidak bepergian jika tidak sangat penting, meniadakan acara-acara yang sifatnya mengumpulkan massa dan berkoordinasi dengan unsur pimpinan lainnya di Natuna.
Abdul Hamid menganggap serius adanya wabah virus Corona, Covid-19, yang terhitung sampai tanggal 26 Maret 2020 untuk skala nasional telah menginfeksi 893 kasus di Indonesia dan telah berimbas merugikan ke berbagai sektor dan berdampak kepada menurunnya kesejahteraan masyarakat.
Untuk itu, Bupati Natuna meminta seluruh jajaran di Kabupaten Natuna membantu kinerja Satgas Covid-19 Kabupaten Natuna semaksimal mungkin agar Natuna bersih dari Corona dengan berbagai upaya.
Selain menyediakan anggaran 15 Milyar yang dialokasikan sebesar-besarnya untuk kegiatan pencegahan dan penanganan Covid-19, Bupati juga menyerahkan gaji bupatinya kepada Satgas untuk dipergunakan sebagai intensif dan bantuan kebutuhan pokok bagi tenaga kesehatan yang terlibat dalam penanganan wabah ini. Teknis alokasinya diserahkan sepenuhnya kepada Ka Satgas Covid-19 Kabupaten Natuna.
Natuna diuntungkan dengan adanya posisi geografisnya yang terpisah jauh dengan wilayah Indonesia lainnya. Mestinya tidak sulit melakukan kontrol terhadap lalu lintas manusia dan barang yang dicurigai akan membawa virus corona masuk ke Natuna. Namun hal ini hanya bisa dilakukan dengan baik jika seluruh unsur pemerintah dan masyarakat memiliki kesadaran yang baik.*
