Dampak Nyata Naiknya Permukaan Laut

Kenaikan permukaan laut masalah nyata di Tanjung Verde (Cabo Verde). GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut – Presiden Majelis Umum PBB sesi ke-81, Khalilur Rahman, menyampaikan peringatan yang terasa sangat nyata dampaknya.

Di Kota New York, menurut Khalilur Rahman, permukaan laut diproyeksikan naik hingga 1,3 meter pada akhir abad ini, dan kenaikannya akan jauh lebih tinggi jika es Antartika mencair dengan cepat.

Hal itu cukup untuk mengubah Ruang Sidang Majelis menjadi “kolam rendam yang sangat besar,” katanya.

Perdana Menteri Godwin Friday dari Saint Vincent dan Grenadines mengatakan bahwa 85 persen penduduk dan 90 persen infrastruktur vital negaranya terkonsentrasi di sepanjang jalur pesisir yang sempit.

Ia berpendapat bahwa berinvestasi dalam ketahanan sejak dini memakan biaya jauh lebih rendah dibandingkan harus menanggung kerugian dan kerusakan di kemudian hari.

Perdana Menteri Francisco Carvalho dari Tanjung Verde (Cabo Verde)—negara yang turut memfasilitasi negosiasi deklarasi tersebut—mengatakan bahwa persetujuan melalui konsensus ini menunjukkan bahwa multilateralisme masih berjalan efektif.

Baginya, kenaikan permukaan laut “bukanlah ancaman yang jauh ataupun sekadar kekhawatiran teoretis,” melainkan masalah nyata bagi negaranya.

Bagi negara-negara kepulauan kecil, hal ini menyangkut pelestarian “identitas sejarah dan budaya yang berakar kuat pada daratan dan lautan,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa deklarasi tersebut mengakui isu ini sebagai masalah keadilan, hak asasi manusia, dan perdamaian.

Pada Kamis 24 September, para pemimpin dunia menghadiri Pertemuan Tingkat Tinggi dan menyetujui deklarasi baru untuk mengatasi kenaikan permukaan laut.

Komisaris Eropa Costas Kadis menyoroti OceanEye International Alliance, sebuah aliansi yang diluncurkan oleh Komisi Eropa—badan eksekutif UE—dan Kanada untuk memperkuat pemantauan laut.

Dengan 31 anggota, aliansi ini telah mengamankan komitmen pendanaan sebesar 250 juta dolar AS.

Menurut Kadis, pendanaan tersebut juga harus dapat diprediksi, mudah diakses, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat yang berisiko.

Pertemuan yang berlangsung seharian penuh itu menghasilkan kesepakatan di antara negara-negara anggota PBB untuk kembali membahas isu ini, dengan deklarasi yang menyerukan diadakannya pertemuan tingkat tinggi lanjutan sebelum berakhirnya sesi ke-84 Majelis Umum PBB.

Mulai dari peningkatan sistem peringatan dini yang dapat menyelamatkan nyawa hingga penyediaan data terkini bagi negara-negara rentan, berbagai badan PBB bekerja sama dengan mitra di seluruh dunia untuk mengatasi ancaman akibat kenaikan permukaan laut.

Tindakan yang dilakukan meliputi:

• Mendukung negara-negara yang menghadapi ancaman kenaikan permukaan laut melalui aksi iklim, adaptasi, sistem peringatan dini, dan kerja sama internasional

• Memobilisasi pendanaan dan memperkuat ketahanan di negara-negara berkembang kepulauan kecil serta negara-negara rentan lainnya

• Memberikan bantuan bagi upaya global berdasarkan Perjanjian Paris tentang perubahan iklim untuk membatasi kenaikan permukaan laut di masa depan

Exit mobile version