Dana Insentif Fiskal Sangat Membantu Dalam Penanganan Inflasi di Kota Gorontalo

Telur dan beras. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Dana insentif fiskal (DIF) dari pemerintah pusat sangat membantu dalam penanganan inflasi di Kota Gorontalo.

“Kita bersyukur bahwa dengan anggaran DIF ini kami sangat terbantukan untuk penanganan inflasi di Kota Gorontalo,” kata Penjabat (Pj) Wali Kota Gorontalo, Ismail Madjid, Jumat (20/12).

Menurut Ismail, banyak yang bisa dilakukan dengan DIF untuk menekan inflasi, seperti pelaksanaan pasar murah, pasar bersubsidi, dan pembagian voucher bahan bakar minyak (BBM) pada pengemudi bentor.

Ismail mengatakan program ini jika dilakukan dengan baik, dapat menekan inflasi di Kota Gorontalo.

Dengan pengendalian inflasi dan stabilisasi harga pangan Kota Gorontalo tahun 2024 mendapatkan apresiasi oleh pemerintah pusat dengan pemberian dana insentif fiskal sebesar Rp 7 miliar lebih.

Ketersediaan Bahan Pokok

Sebelumnya, pada Kamis (19/12) Tim pengendali inflasi daerah (TPID) bersama forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kota Gorontalo menyelenggarakan High Level Meeting (HLM).

Pertemuan ini membahas ketersediaan dan kestabilan harga kebutuhan pokok menjelang hari besar keagaman nasional (HBKN) Natal dan tahun baru di Kota Gorontalo.

“Tak terasa kita berada di penghujung tahun 2024, penghujung tahun seperti tahun-tahun sebelumnya sangat membutuhkan perhatian khusus terutama dalam menghadapi lonjakan permintaan dan potensi gangguan pasokan barang yang terjadi selama musim liburan akhir tahun,” kata Ismail.

Lonjakan dan potensi gangguan pasokan barang pada akhir tahun, merupakan sebuah tantangan besar yang harus dihadapi, terutama terkait dengan stabilitas harga barang dan daya beli masyarakat, kata Ismail.

“Inflasi komoditas pangan menjadi salah satu isu utama yang harus kita tangani bersama. Kenaikan harga pangan (bawang, rica, tomat) bukan hanya berdampak pada daya beli masyarakat, tetapi juga dapat mempengaruhi stabilitas sosial dan ekonomi di masyarakat,” ujarnya.

Untuk itu, Ismail mengingatkan kepada TPID agar memasifkan pelaksanaan program 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Dengan dana insentif fiskal yang telah direalisasikan oleh OPD pengampu inflasi, Ismail berharap dapat menghasilkan berbagai langkah sinergis, rensponsif dan tepat sasaran dalam menyikapi potensi inflasi di akhir tahun.

Exit mobile version