Distribusi Logistik Kebutuhan PON XX Melalui Tol Laut Terus Meningkat

Tol laut. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Pergerakan Tol Laut terus mengalami peningkatan mencapai 61 kontainer pada voyage 8 dan voyage 9.

Kepala KSOP Kelas II Jayapura Taher Laitupa mengatakan distribusi logistik kebutuhan Pekan Olaharaga Nasional (PON) 2021 di Papua melalui Tol Laut terus meningkat dari Pelabuhan Depapre ke Pelabuhan Poumako dan Merauke.

Dengan gencarnya sosialisasi, diharapkan masyarakat kian menyadari betapa pentingnya Tol Laut Lintas Papua, yaitu menjangkau dan mendistribusikan logistik ke daerah Tertinggal, Terpencil, Terluar, dan Perbatasan (3TP).

Selain itu, kata Taher, menjamin ketersediaan barang dan mengurangi disparitas harga guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pentingnya konektivitas tentang pengiriman Barang Pokok Penting/Bapokting yang tidak dimonopoli, dan muatan balik hasil industri daerah agar terjadi keseimbangan perdagangan.

Dalam rangka sosialisasi program Tol Laut kepada masyarakat, KSOP Kelas II Jayapura Direktorat Jenderal Perhubungan Laut – Kementerian Perhubungan bersama LPP RRI Jayapura menggelar Dialog Interaktif dengan Topik Program Strategis Nasional Tol Laut Lintas Papua dan Multimoda Transportasi.

Acara ini untuk menjawab beberapa pertanyaan yang ada seiring dengan meningkatnya pengguna Tol Laut oleh masyarakat khususnya dalam menyambut perhelatan PON XX 2021.

Kegiatan ini menghadirkan Keynote Speech Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Hubungan Antar Lembaga Buyung Lalana dan sejumlah narasumber.
Staf Khusus Menteri Perhubungan Buyung Lalana mengatakan program ini diharapkan dapat memberi pemahaman kepada masyarakat yang belum mengerti dan memahami program Tol Laut baik secara akademis maupun secara konseptual dengan pelaksanaan praktis serta struktur penerapannya.

Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Kelas II Jayapura, Willem Thobias Fofid mengatakan dalam beberapa kesempatan ada pemahaman masyarakat yang berpendapat/opini bahwa disparitas harga hanya bisa turun dengan subsidi PSO (Public Services Obligation) oleh Pemerintah.

Namun dilihat dalam tata Kelola dan pengertian Tol Laut dalam scope kecil adalah PSO, Tol Laut dalam scope besar sistem logistik, supply chain, pengelolaan kegiatan pelabuhan, port network, keterkaitan moda laut dengan moda lain.

Willem mengatakan, program Tol Laut di Papua saat ini terus mengalami perkembangan seperti bertambahnya armada-armada nasional. Diikuti juga meningkatnya industri lainnya seperti Bussines Shipping, perkapalan, kepelabuhan, logistik, perikanan dan kelautan termasuk hasil komoditi daerah-daerah yang menjadi program unggulannya dalam pengelolaan sumber daya yang ada.

Akademisi Universitas Cenderawasih yang juga Ketua Forum Analysis Papua Strategyc dan Tim Tol Laut Papua, Laus Rumayom, mengatakan semua perkembangan itu tentunya dengan memperhatikan elemen-elemen penting sebagai komponen dari penyelenggaraan Tol Laut baik sebagai komponen utama dan pendukung.

Exit mobile version