Darilaut – Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Sri Manovita Pateda mengembangkan teknologi aman untuk penambang emas skala kecil.
Untuk inovasi teknologi bertajuk Retort Sistem Tertutup dengan Sumber Api dari Atas yang Knock-Down dan Simple-Portable tersebut, Sri Manovita berhasil meraih paten sederhana.
Inovasi ini hadir sebagai solusi konkret bagi aktivitas pertambangan emas rakyat, yang selama ini kerap dihadapkan pada risiko kesehatan dan pencemaran lingkungan akibat penggunaan merkuri.
Melalui teknologi retort sistem tertutup, uap merkuri yang dihasilkan dari proses pembakaran amalgam tidak lagi terlepas bebas ke udara, melainkan dapat dikendalikan sehingga mengurangi paparan zat berbahaya bagi penambang.
Keunggulan alat yang diciptakan Sri Manovita terletak pada desainnya yang praktis dan adaptif. Sistem knock-down memungkinkan alat dibongkar pasang dengan mudah, sementara sifatnya yang portable memudahkan penggunaan di berbagai lokasi tambang.
Selain itu, sumber api yang ditempatkan di bagian atas dirancang untuk meningkatkan efisiensi pembakaran sekaligus menekan risiko paparan langsung terhadap pengguna.
Pengembangan teknologi ini merupakan hasil kolaborasi lintas disiplin para peneliti yang berkomitmen menghadirkan inovasi tepat guna. Tidak hanya berfokus pada aspek teknis, inovasi ini juga menekankan pentingnya keselamatan kerja serta perlindungan lingkungan dalam praktik pertambangan rakyat.
Perolehan paten sederhana ini menjadi bukti bahwa riset akademik mampu menjawab kebutuhan nyata di masyarakat.
Inovasi yang dihasilkan tidak hanya bernilai ilmiah, tetapi juga memiliki dampak langsung dalam meningkatkan kualitas hidup, khususnya bagi para penambang emas skala kecil.
Ke depan, teknologi retort sistem tertutup ini diharapkan dapat diadopsi secara luas di berbagai daerah di Indonesia. Dengan demikian, praktik pertambangan rakyat dapat berjalan lebih aman, sehat, dan berkelanjutan, tanpa mengorbankan lingkungan maupun keselamatan manusia.
