PEMERINTAH menggagalkan penyelundupan benih lobster senilai Rp 102 miliar dalam dua minggu terakhir di perairan Batam dan Bandara Soekarno Hatta.
Di Batam, Kepulauan Riau, tim Fleet One Quick Response (F1QR) Satuan Tugas Gabungan Komando Armada I (Koarmada I) berhasil menggagalkan penyelundupan benih lobster senilai Rp 83 miliar. Di Bandara Soekarno Hatta Rp 19 miliar.
Pada Selasa (12/3) TNI Angkatan Laut menggagalkan penyelundupan sebanyak 245.102 ekor benih lobster. Operasi penangkapan dilakukan tim F1QR Satgas Gabungan Koarmada I. Terdiri dari tim F1QR Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Batam, tim F1QR Detasemen Intel Koarmada I, tim F1QR Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada I dan tim F1QR Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IV.
Tim melakukan pengejaran dari perairan Pulau Sugi, Moro, Kabupaten Karimun hingga Teluk Bakau, Gunung Kijang, Kabupaten Bintan. Saat pengejaran, terlihat dua speedboat dengan kecepatan tinggi. Tim mengejar satu speedboat bermesin 3 x 200 PK yang terpantau membawa barang bukti berupa coolbox styrofoam berwarna putih.
Penyelundup mengkandaskan speed boat yang digunakan ke kawasan mangrove di Teluk Bakau. Setelah kandas, penyelundup melarikan diri.
Hasil penangkapan, benih lobster dikemas dalam 1.320 kantong plastik yang dimasukan dalam 44 coolbox styrofoam. 41 coolbox styrofoam berisi 235.438 ekor benih lobster jenis pasir, sedangkan 3 coolbox styrofoam lainnya berisi 9.664 ekor BL jenis mutiara. Benih lobster ini senilai Rp 37 miliar.
Pada Jumat (15/3), penyelundupan benih lobster senilai Rp 19 Miliar terjadi di Bandara Soekarno Hatta. Petugas Balai Besar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BBKIPM) Jakarta I bekerja sama dengan Aviation Security (Avsec) Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta (Soetta) dan Garuda Indonesia berhasil menggagalkan upaya penyelundupan benih lobster tersebut.
Jumlah benih lobster yang diselundupkan ini sebanyak 125.619 ekor. Benih lobster disimpan dalam 128 kantong plastik. Benih lobster ini diamankan di area Baggage Handling System (BHS) Bandara Soetta.
Benih lobster ini dibawa dengan 4 tas koper dan dikemas dalam 128 kantong plastik yang berisi kaus basah sebagai media menempelnya benih lobster. Benih lobster tersebut sedianya akan diterbangkan menuju Singapura dengan penerbangan pesawat Garuda Indonesia, nomor penerbangan GA 828.
Pekan ini, Rabu (20/3) TNI Angkatan Laut kembali menggagalkan penyelundupan benih lobster senilai Rp 46 miliar. Penangkapan dilakukan tim Gabungan F1QR (Fleet One Quick Response) Koarmada I.
Sumberdaya ikan yang berhasil diselamatkan TNI Angkatan Laut ini dengan rincian benih lobster jenis pasir 295.236 ekor (1 ekor senilai Rp 150.000 x 295.236 ekor = Rp 44.285.400.000 ) dan jenis mutiara 9118 ekor (1 ekor senilai Rp 200.000 x 9118 ekor = Rp 1.823.600.000).
Penyelundup mengkandaskan speed boat yang digunakan ke kawasan mangrove di perairan Pasir Toga (antara Pulau Combol dan Pulau Sugi). Setelah kandas, penyelundup melarikan diri.
Dengan penggagalan penyelundupan benih lobster dalam dua minggu terakhir ini, berhasil diselamatkan sumber daya ikan Indonesia sebesar Rp 102 miliar.*
